Setahun di Tapal Batas, Prajurit Kostrad Pulang. Demi Merah Putih Pergi, untuk Keluarga Kembali

oleh -14 Dilihat
oleh
para prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad dan Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad mengemban tugas di perbatasan RI–RDTL kembali ke homebase
banner 468x60

Kabarkarya.com | Surabaya – Selama setahun mereka berdiri di garis terdepan menjaga kedaulatan Indonesia.

Jauh dari keluarga, para prajurit Satgas Pamtas Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad dan Yonarhanud 2/ABW/2 Kostrad mengemban tugas di perbatasan RI–RDTL.

banner 336x280

Kini, misi itu tuntas. Mereka kembali ke homebase dengan membawa kehormatan, pengalaman, dan catatan keberhasilan dari medan tugas.

Kepulangan para prajurit disambut langsung Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., dalam upacara di Lapangan Satlinlamil Koarmada II, Surabaya, Minggu (4/10/2026).

Selama 12 bulan menjaga wilayah perbatasan, para prajurit tidak hanya memastikan patok-patok batas negara tetap aman.

Mereka juga menjadi garda terdepan mencegah pelintas batas ilegal dan membendung berbagai aktivitas penyelundupan.

Sejumlah upaya penyelundupan narkotika, minuman keras, BBM ilegal hingga barang terlarang berhasil digagalkan.

“Keberhasilan yang telah kalian torehkan selama di daerah penugasan patut kita apresiasi bersama dan menjadi kebanggaan Divif 2 Kostrad,” tegas Pangdivif 2 Kostrad.

Namun, keberhasilan misi tidak hanya diukur dari pengamanan perbatasan. Di tengah masyarakat, para prajurit juga hadir sebagai bagian dari solusi.

Pelayanan kesehatan diberikan kepada warga. Dukungan pendidikan dilakukan. Rumah ibadah dan fasilitas MCK dibangun. Infrastruktur desa turut diperbaiki melalui karya bakti.

Langkah tersebut memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menunjukkan wajah lain pengabdian prajurit di wilayah perbatasan.

Yang tak kalah penting, selama penugasan tercatat zero accident dan nihil pelanggaran berat. Capaian itu menjadi bukti bahwa tugas berat di medan perbatasan mampu dijalankan dengan disiplin dan profesionalisme.

Bukan sekadar pulang membawa ransel dan perlengkapan tugas, tetapi membawa cerita tentang bagaimana Merah Putih dijaga dari garis terdepan.

Di balik keberanian mereka menjaga tapal batas, ada keluarga yang selama setahun menunggu. Ada doa yang tak pernah putus dan kerinduan yang akhirnya terbayar oleh kepulangan.

Tugas boleh selesai. Namun, panggilan pengabdian kepada bangsa dan negara akan selalu menunggu di depan.

“Pantang Menyerah, Tetap Semangat, dan Selalu Gembira dalam Tugas. Cakra…..!!!” (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.