Reses di Kediamannya, Sri Mulyana Tegaskan Aspirasi Warga Harus Berujung Solusi

oleh -36 Dilihat
oleh
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Golkar, Sri Mulyana menggelar reses
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Bukan sekadar agenda menyerap keluhan, reses menjadi ruang bagi Sri Mulyana untuk membangun komunikasi langsung sekaligus merumuskan kebutuhan masyarakat.

Bertempat di rumah kediamannya di kawasan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Selasa (3/11/2026) malam, Anggota Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Golkar itu menggelar reses di hari kedua dengan mengusung tema “Dari Aspirasi Menjadi Solusi, Bersama Membangun Kedungkandang yang Lebih Sejahtera.”

banner 336x280

Ratusan konstituen hadir dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan beragam persoalan. Mulai dari kebutuhan permodalan UMKM, perluasan pemasaran produk, peluang peningkatan pendapatan keluarga, hingga pembangunan dan perbaikan fasilitas publik.

Mengambil tempat di kediamannya sendiri, Sri Mulyana membuka ruang dialog yang lebih dekat dan terbuka. Masyarakat diberi kesempatan menyampaikan usulan, keluhan, maupun kebutuhan yang selama ini belum mendapatkan penanganan.

“Reses ini merupakan kesempatan masyarakat bertemu langsung dengan wakilnya. Silakan sampaikan apa yang menjadi kebutuhan, usulan maupun keluhan. Jangan sungkan, karena semuanya akan kami tampung untuk diperjuangkan,” ungkap Sri Mulyana.

Dalam dialog tersebut, persoalan permodalan menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan warga. Menanggapi hal itu, Sri Mulyana memperkenalkan sejumlah mitra kerja Komisi B, termasuk Diskopindag, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, BPR, BKAD hingga Perumda Tugu Tirta agar masyarakat mengetahui akses layanan sesuai kebutuhannya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional, tetapi mulai memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar. Termasuk membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha produktif guna membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Sementara untuk aspirasi pembangunan infrastruktur, Sri Mulyana menekankan pentingnya survei dan pemetaan kebutuhan sebelum usulan direalisasikan. Dengan demikian, program yang diperjuangkan benar-benar menyentuh persoalan di lapangan dan tidak mengabaikan skala prioritas.

“Jangan sampai pembangunan dilakukan tanpa melihat kebutuhan sebenarnya. Harus disurvei terlebih dahulu, mana yang cukup diperbaiki, mana yang membutuhkan pembangunan, serta seberapa mendesak kebutuhannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, komunikasi dengan masyarakat tidak harus berhenti setelah kegiatan reses selesai. Warga tetap dapat menyampaikan aspirasi melalui komunikasi langsung maupun tim yang berada di lingkungan masing-masing.

Melalui tema Dari Aspirasi Menjadi Solusi, Sri Mulyana menegaskan pentingnya menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bahan perjuangan dalam mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baginya, Kedungkandang yang lebih sejahtera bukan semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari meningkatnya ekonomi keluarga, tumbuhnya UMKM, terbukanya peluang usaha, serta terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Reses tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituen, agar aspirasi tidak sekadar terdengar, tetapi memiliki arah tindak lanjut menuju perubahan yang dirasakan masyarakat. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.