Polisi Perkuat Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus, AKP Totok Bekali Siswa SLB-B YPTB Malang Cegah Kekerasan dan Bullying

oleh -25 Dilihat
oleh
Kasikeu Polresta Malang Kota AKP Totok Haryono memberikan penyuluhan
banner 468x60

Kabarkarya.com | – Polresta Malang Kota terus memperkuat upaya perlindungan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Salah satunya diwujudkan dengan memberikan penyuluhan mengenai pencegahan kekerasan seksual, perundungan (bullying), dan berbagai bentuk kekerasan kepada puluhan siswa SLB-B YPTB Malang, Rabu (15/7/2026).

banner 336x280

Sebanyak sekitar 70 siswa tuna rungu mengikuti kegiatan yang menghadirkan Kasikeu Polresta Malang Kota AKP Totok Haryono sebagai narasumber.

Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak Berkebutuhan Khusus, yang bertujuan membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Agar materi dapat dipahami dengan baik, penyampaian edukasi didampingi guru yang bertugas sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI). Pendekatan ini memungkinkan seluruh peserta menerima informasi secara utuh, mulai dari mengenali bentuk-bentuk pelecehan hingga langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban.

AKP Totok menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan hukum dan rasa aman. Karena itu, mereka perlu dibekali keberanian untuk mengenali ancaman sekaligus melaporkan setiap tindakan yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan.

“Anak-anak hebat ini memiliki hak yang sama. Jangan pernah takut atau malu apabila mengalami pelecehan, kekerasan maupun perundungan. Segera sampaikan kepada guru, orang tua, atau laporkan kepada kepolisian agar kami dapat memberikan perlindungan dan penanganan,” tegas AKP Totok.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk tindakan asusila yang perlu diwaspadai, seperti sentuhan pada bagian tubuh tertentu, ajakan bertemu secara diam-diam dengan maksud tidak baik, penyebaran gambar atau video bermuatan pornografi, hingga ancaman agar korban tidak menceritakan kejadian yang dialaminya.

Menurut AKP Totok, keberanian untuk berbicara menjadi langkah awal dalam menghentikan kekerasan. Laporan dari korban akan membuka jalan bagi pendampingan, perlindungan, hingga proses hukum apabila ditemukan unsur pidana.

Perwira yang juga dikenal sebagai Ustad Totok karena aktif sebagai guru mengaji itu menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh empati.

Suasana yang hangat membuat para siswa lebih mudah memahami pesan tentang pentingnya menjaga diri, menghargai orang lain, serta tidak ragu meminta pertolongan ketika menghadapi situasi berbahaya.

“Kami ingin anak-anak istimewa ini memahami bahwa mereka tidak sendiri. Polri hadir sebagai sahabat seluruh masyarakat. Keberanian untuk melapor adalah langkah penting agar kekerasan bisa dihentikan,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi, AKP Totok juga memotivasi para siswa agar tetap percaya diri, tekun belajar, dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai penghalang dalam meraih cita-cita. Ia menilai setiap anak memiliki potensi yang layak mendapat ruang untuk berkembang.

Di sisi lain, AKP Totok mengapresiasi dedikasi para guru SLB-B YPTB yang setiap hari mendampingi para siswa. Ia berharap sinergi antara sekolah dan kepolisian terus diperkuat, terutama dalam mendeteksi sejak dini indikasi kekerasan, pelecehan, maupun bullying, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Kami berharap para guru menjadi garda terdepan dalam mendeteksi setiap perubahan perilaku anak, sehingga lingkungan pendidikan benar-benar terbebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak berkebutuhan khusus,” pungkasnya.

Melalui program ini, Polresta Malang Kota kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kepolisian yang inklusif, humanis, sekaligus memastikan setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh hak yang sama atas perlindungan dan rasa aman. DD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.