Dari Pos Kamling, Kapolresta Danang Serap Aspirasi Warga Kampung Warna-Warni

oleh -97 Dilihat
oleh
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno menyapa warga saat sambang Pos Kamling di Kampung Warna Warni
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang — Suasana Kampung Tematik Warna-Warni Jodipan, Kota Malang, Minggu (4/10/2026) malam, terasa berbeda. Pos Kamling yang biasanya menjadi tempat warga menjaga lingkungan berubah menjadi ruang dialog antara masyarakat dan kepolisian.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi Sukarno datang bukan sekadar untuk menyapa warga. Ia duduk bersama pengurus lingkungan, tokoh masyarakat dan warga untuk mendengar langsung persoalan yang mereka hadapi.

banner 336x280

Berbagai hal mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di balai RW dekat Jembatan Kaca Jalan Ir. Juanda tersebut. Mulai kebutuhan fasilitas kampung, pengembangan UMKM, aktivitas wisata hingga persoalan keamanan lingkungan.

“Kami bisa mendengar langsung persoalan masyarakat. Apa yang disampaikan warga Kampung Warna-Warni menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama,” kata Danang.

Kampung Warna-Warni Jodipan memang memiliki daya tarik tersendiri. Ribuan mata wisatawan datang menikmati warna-warni rumah warga dan kawasan yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Malang.

Namun, geliat wisata tersebut juga membawa kebutuhan baru. Warga berharap fasilitas pendukung dapat diperkuat, sementara potensi kunjungan wisatawan bisa dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ketua RW 02 sekaligus Ketua Kampung Warna-Warni Jodipan, S. Parin, menyebut dialog tersebut menjadi kesempatan penting bagi warga untuk menyampaikan kondisi kampung secara langsung.

“Kami berterima kasih karena bisa menyampaikan secara langsung baik kondisi lingkungan maupun kebutuhan Kampung Warna-Warni,” ujar Parin.

Danang pun mendorong warga tidak berhenti pada aktivitas wisata. UMKM, kuliner, kerajinan, suvenir, seni dan budaya dinilai bisa menjadi kekuatan ekonomi baru kampung.

Menurutnya, semakin banyak orang datang ke kawasan tersebut harus berbanding lurus dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Tetapi di balik geliat ekonomi itu, persoalan keamanan tetap menjadi perhatian. Warga dan kepolisian membahas kebutuhan penerangan di sejumlah titik, pengawasan lingkungan hingga antisipasi gangguan kamtibmas, termasuk potensi balap liar.

Pengamat Kepolisian ISESS, Bambang Rukminto, menilai keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi. Partisipasi masyarakat justru menjadi kekuatan utama dalam menjaga lingkungan.

Karena itu, keberadaan Pos Kamling dinilai tetap penting sebagai titik awal membangun kewaspadaan sekaligus komunikasi antara warga dengan aparat.

Pertemuan tersebut juga membicarakan rencana Singo Fly On/Singo Payon, trail run 5K dan 8K yang akan melintasi sejumlah kawasan kampung di Kota Malang.

Agenda itu diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga membuka ruang promosi kampung dan menggerakkan UMKM warga.

Dari Jodipan, pesan yang dibawa cukup jelas: keamanan dan ekonomi warga tidak harus berjalan sendiri-sendiri.

Ketika warga dilibatkan, potensi kampung dapat dikembangkan. Ketika komunikasi dibuka, persoalan keamanan bisa dideteksi lebih awal.

Danang menegaskan, kepolisian ingin membangun pola komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Polisi tidak hanya datang ketika terjadi gangguan, tetapi hadir sejak persoalan masih berupa keresahan yang bisa dicegah bersama.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.