Wendit Tempo Doeloe 2026 Resmi Dibuka, Semangat Kebangkitan Wisata Legendaris Malang

oleh -63 Dilihat
oleh
Prosesi pemotongan tumpeng saya pembukaan Wendit Tempoe Doloe
banner 468x60

Kabarkarya.com | Dentuman musik tradisional, atraksi bantengan, dan kirab budaya mengawali dibukanya Wendit Tempo Doeloe (WTD) 2026 di kawasan New Wisata Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (17/7/2026).

Pembukaan WTD ini berlangsung semarak dan menjadi penanda dimulainya upaya menghidupkan kembali ikon wisata legendaris Kabupaten Malang melalui kekuatan budaya lokal.

banner 336x280

Ratusan pengunjung memadati area wisata sejak sore untuk menyaksikan kirab budaya yang menjadi pembuka rangkaian Wendit Tempoe Doloe.

Nuansa tempo dulu begitu terasa dengan hadirnya pertunjukan kesenian tradisional, dekorasi klasik, hingga deretan stan UMKM yang menyajikan kuliner khas bernuansa lawas.

Wendit Tempo Doeloe digelar selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juli 2026. Selain pertunjukan bantengan yang menjadi daya tarik utama, pengunjung juga disuguhi musik jadul, orkes, hiburan rakyat, serta puluhan pelaku UMKM yang ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Pembukaan WTD 2026 dihadiri Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Kepala Desa Mangliawan, Dewan Kesenian Kabupaten Malang, manajemen New Wendit, tokoh masyarakat, serta para pelaku seni budaya.

Direktur New Wisata Wendit, Timotius mengatakan, Festival Wendit Tempo Doeloe bukan sekadar agenda hiburan, melainkan bentuk komitmen mengembalikan identitas Wendit sebagai destinasi wisata yang berpijak pada kekayaan budaya lokal.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Mengangkat kesenian bantengan di New Wendit merupakan tantangan sekaligus komitmen kami untuk terus nguri-uri budaya agar tetap hidup dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan festival juga menjadi implementasi arahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang yang terus mendorong Wendit sebagai salah satu ikon wisata daerah yang layak dijaga dan dikembangkan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Hartono, menegaskan bahwa kesenian bantengan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia asal Kabupaten Malang pada 2025.

“Penetapan ini menjadi dasar bagi kami untuk terus melakukan pelindungan, pendokumentasian, dan pemanfaatan budaya agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, H. Anton atau Abah Anton yang turut hadir di pembukaan WTD, menilai langkah New Wendit menghadirkan festival budaya merupakan terobosan yang patut diapresiasi.

Menurutnya, wisata dan budaya merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam membangun daya tarik daerah.

“Terima kasih kepada manajemen Wendit. Ini langkah yang sangat baik. Kesenian Bantengan bukan sekadar tontonan, tetapi identitas budaya yang harus terus dijaga. Saya berharap kegiatan seperti ini mampu menghidupkan kembali kejayaan Wisata Wendit sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat dan para seniman di Malang Raya,” ujar Abah Anton.

Ia berharap Festival Wendit Tempo Doeloe dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat posisi Wendit sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Malang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. (DD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.