UB Gandeng Industri Percepat Komersialisasi Riset, BOUMI Dibidik Jadi Produk Unggulan Nasional

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Universitas Brawijaya (UB) mempertegas langkahnya dalam mengakselerasi hilirisasi hasil riset dengan menggandeng pelaku usaha dan industri.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama VOSCO, Mitufaya, dan Grand Mercure Malang Mirama di Gedung Rektorat UB, Kamis (16/7/2026).

banner 336x280

Kerja sama strategis ini difokuskan untuk mempercepat pengembangan sekaligus komersialisasi BOUMI, produk inovasi hasil riset sivitas akademika UB yang dikembangkan melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST).

Langkah tersebut menjadi bukti keseriusan UB mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu menjawab kebutuhan pasar dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Nota kesepahaman ditandatangani Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., bersama Founder VOSCO sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono, S.E., M.M., Founder Mitufaya Taufiq Akbar, serta perwakilan Grand Mercure Malang Mirama yang mewakili General Manager Dr. Sugito Adhi.

Turut hadir Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak.

Rektor UB Prof. Widodo menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan hasil riset mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar inovasi akademik berubah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah. Inovasi harus hadir di tengah masyarakat melalui kolaborasi dengan dunia usaha sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan daya saing bangsa,” tegas Prof. Widodo.

Sebagai motor penggerak hilirisasi di lingkungan UB, DIKST terus membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi dengan industri. Perwakilan DIKST, Dias Satria, S.E., M.App.Ec., Ph.D., menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak mungkin dicapai tanpa keterlibatan dunia usaha.

“Kami ingin produk hasil riset Universitas Brawijaya tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk yang dikenal masyarakat, memiliki nilai ekonomi, dan benar-benar menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.

Dalam ekosistem tersebut, PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) turut berperan memperkuat proses komersialisasi melalui pengembangan model bisnis, penjajakan kemitraan strategis, hingga perluasan akses pasar.

Sinergi DIKST dan BMU diharapkan mampu mempercepat transformasi inovasi dari laboratorium menuju industri.

Founder VOSCO sekaligus Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menyatakan pihaknya siap menjadi jembatan antara hasil riset kampus dengan kebutuhan dunia usaha.

Menurutnya, tantangan terbesar inovasi bukan pada proses penciptaannya, melainkan bagaimana produk tersebut diterima pasar.

“Indonesia tidak kekurangan inovasi. Yang dibutuhkan adalah percepatan adopsi melalui validasi pasar, penguatan bisnis, dan jaringan distribusi. Kolaborasi antara kampus dan industri seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana hilirisasi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” kata Hendi.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi implementasi kerja sama yang dipimpin Direktur Operasional Universitas Brawijaya, Didik Huswo Utomo, Ph.D., di UB Guest House.

Pertemuan tersebut membahas langkah konkret pengembangan ekosistem BOUMI, strategi pemasaran, serta peluang kolaborasi lanjutan untuk memperkuat daya saing produk inovasi UB.

Melalui sinergi antara Universitas Brawijaya, DIKST, BMU, dan mitra industri, kerja sama ini diharapkan menjadi model hilirisasi riset yang mampu mempercepat lahirnya inovasi berdaya saing tinggi, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem inovasi nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.