Tanamkan Budaya Santun Sejak Dini, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu Luncurkan Inovasi ESSIDA

oleh -48 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Batu – Menjawab tantangan lunturnya budaya sopan santun di kalangan anak-anak pada era digital, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu menghadirkan inovasi pendidikan karakter bertajuk ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo.

Program tersebut menjadi gerakan pembiasaan yang menanamkan nilai-nilai kesantunan sebagai bagian dari budaya sekolah.

banner 336x280

Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap mulai memudarnya kebiasaan sederhana, seperti mengucapkan permisi, maaf, tolong, memberi salam, menyapa, hingga tersenyum dalam interaksi sehari-hari.

Padahal, nilai-nilai tersebut merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

Kepala SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, Marsiana Ika Supriharsini, S.Pd, mengatakan pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui teori di ruang kelas, tetapi harus diwujudkan dalam kebiasaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

“Melalui ESSIDA, kami ingin membangun budaya sekolah yang mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, sopan santun, kepedulian, dan rasa hormat kepada sesama,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

ESSIDA merupakan akronim dari nilai-nilai karakter yang dibiasakan kepada seluruh peserta didik, yakni Permisi, Maaf (Mang), Peduli (Iki), Sapa dan Santun (Sasa), Senyum, serta Tolong (Lo).

Seluruh nilai tersebut diterapkan dalam aktivitas harian siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat.

Menurut Marsiana, pembiasaan tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan sekolah yang hangat, nyaman, dan penuh penghargaan terhadap sesama, sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter santun dan berbudaya.

Sementara itu, Guru SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, Elzauja Zahara, S.Pd, menjelaskan salah satu keunggulan inovasi ini adalah penerapan Zona 5S di gerbang sekolah.

Setiap pagi guru piket bersama siswa yang bertugas menyambut seluruh peserta didik dengan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun sebelum kegiatan belajar dimulai.

“Setelah disambut di gerbang sekolah, siswa juga memilih salah satu bentuk bahasa cinta yang tersedia, seperti simbol hati, pelukan, maupun salam tos sebagai bentuk penghargaan dan kedekatan emosional,” jelasnya.

Tak berhenti di gerbang sekolah, pembiasaan karakter dilanjutkan melalui kegiatan role playing yang menampilkan berbagai situasi sehari-hari tentang pentingnya mengucapkan permisi, maaf, tolong, bersikap ramah, peduli, dan menghormati orang lain.

Kegiatan kemudian ditutup dengan tradisi bersalaman antara siswa dan guru sebelum memasuki ruang kelas.
Elzauja menuturkan, program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap perilaku peserta didik.

Mereka mulai terbiasa menggunakan kata-kata positif dalam komunikasi, lebih percaya diri saat berinteraksi, serta menunjukkan sikap empati dan kepedulian kepada teman maupun guru.

Tidak hanya bagi siswa, ESSIDA juga memperkuat budaya sekolah yang lebih positif serta mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai karakter secara berkelanjutan. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.