Tak Sekadar Nostalgia, Didik Sucahyo Hadirkan D’Bass Project dengan Dua Single

oleh -161 Dilihat
oleh
Didik Sucahyo (tengah) bersama Saproni sebagai vokalis, dan Bobby pada drum.
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang — Kepulangan Didik Sucahyo ke Malang tahun ini membawa cerita berbeda. Mantan bassis grup rock Elpamas itu tidak hanya mengisi liburan dan bernostalgia bersama sahabat-sahabat lama, tetapi juga melahirkan proyek musik baru bernama D’Bass Project.

Dari proyek tersebut, Didik memperkenalkan dua single yang digarap bersama sejumlah musisi Malang. Karya ini menjadi penanda bahwa perjalanan kreatifnya belum berhenti, meski usianya telah mendekati 70 tahun.

banner 336x280

Didik mengatakan Malang hampir selalu menjadi tujuan liburannya setiap tahun. Selama ini, agenda kepulangannya kerap diisi konser bersama alumni dan komunitas musik. Namun, ia merasa konser saja tidak cukup.

“Kalau hanya konser, setelah selesai ya lewat. Saya ingin bikin sesuatu di sini. Keinginan ini sebenarnya sudah lama,” kata Didik usai podcast di RRI Malang pada Senin (24/8/2026)

Ide tersebut bermula dari kebiasaan Didik menyimpan potongan gagasan musik selama tinggal di Belanda. Setiap muncul ide, ia merekam dan menyimpannya di komputer maupun telepon seluler.

Dua ide yang dinilainya paling kuat kemudian dibawa ke Indonesia untuk dikembangkan menjadi karya utuh.
Proses produksi melibatkan sejumlah musisi Malang, yakni Wiwil pada gitar, Saproni sebagai vokalis, dan Bobby pada drum.

Didik mengirimkan materi dasar lagu, kemudian para musisi tersebut mengembangkan aransemen bersama.

“Ini karya saya sendiri. Tidak melibatkan Elpamas. Saya ingin mencoba karya saya sendiri dengan dibantu teman-teman,” ujarnya.

D’Bass Project sekaligus menjadi ruang baru bagi Didik untuk bereksperimen. Secara musikal, dua single tersebut masih bergerak di jalur pop rock yang dekat dengan akar musiknya.

Namun, Didik menegaskan D’Bass Project bukan upaya menghidupkan kembali Elpamas.

“Kalau ada yang bilang seperti Elpamas, coba dengarkan lagi. Bukan. Elpamas berbeda,” tegasnya.

Gagasan proyek ini mulai menemukan bentuk setelah Didik kembali berkomunikasi dengan sejumlah musisi Malang sejak akhir 2024. Salah satunya Wiwil, yang kemudian membantu menemukan formasi pemain, termasuk Saproni dan Bobby.

Bagi Didik, lahirnya dua single tersebut bukan sekadar proyek musik. Ada keinginan untuk meninggalkan sesuatu yang bisa dinikmati setelah dirinya kembali ke Belanda.

Ia menyebut dua lagu itu sebagai “telur yang sudah pecah” ide yang selama ini tersimpan akhirnya diwujudkan menjadi karya dan kini tinggal menunggu respons pendengar.

“Harapan saya dua lagu ini diterima. Telurnya sudah pecah, sekarang tinggal bagaimana menikmatinya,” ujarnya.

D’Bass Project menjadi babak baru dalam perjalanan panjang Didik Sucahyo. Setelah puluhan tahun dikenal sebagai bagian dari perjalanan rock Elpamas, ia kini memilih kembali ke akar kreativitas dengan nama dan karya sendiri.

Malang kali ini bukan hanya menjadi tempat Didik menghabiskan liburan. Kota ini menjadi titik lahirnya karya baru—sebuah bukti bahwa usia boleh bertambah, tetapi dorongan untuk mencipta belum selesai. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.