Kabarkarya.com | Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan sebagai agenda strategis nasional yang harus digerakkan secara kolektif oleh seluruh komponen bangsa.
Dari Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Presiden memimpin Panen Raya Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di Indonesia sebagai wujud percepatan menuju swasembada pangan.
Bagi pemerintah, panen raya ini bukan sekadar seremoni hasil panen, melainkan bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat produksi komoditas pangan strategis. TNI, Polri, kementerian, pemerintah daerah, hingga petani diposisikan sebagai satu kekuatan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Setibanya di Lanud Abdulrachman Saleh, Presiden langsung mengikuti rangkaian panen raya yang terhubung secara nasional. Kegiatan tersebut mencakup panen tebu di delapan titik dengan pendampingan TNI Angkatan Udara, panen padi di 31 titik bersama TNI Angkatan Darat, serta panen kedelai di empat titik yang didampingi TNI Angkatan Laut.
Sebelum menuju area panen, Kepala Negara meninjau stan pameran yang menampilkan berbagai inovasi TNI dalam mendukung ketahanan pangan.
Mulai dari teknologi pertanian hingga program hilirisasi hasil panen diperlihatkan sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah komoditas, memperkuat industri nasional, dan mendorong pertanian yang lebih modern serta berkelanjutan.
Presiden juga menyempatkan berdialog dengan para petani untuk menyerap langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi di lapangan.
Menurutnya, masukan dari petani menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan agar pembangunan sektor pertanian benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi seluruh elemen bangsa.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa,” ujar Prabowo.
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung sektor pangan merupakan bentuk pengabdian kepada rakyat sekaligus bukti kehadiran negara dalam menjaga kebutuhan dasar masyarakat.
“TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri,” tegas Presiden. (DD)










