Praktisi Media Ajak Siswa SMK Antartika 2 Sidoarjo Tinggalkan Pola Bisnis Konvensional

oleh -14 Dilihat
oleh
Arvendo Mahardika. Berikan pemaparan kepada siswa SMKS Antartika 2 Sidoarjo
banner 468x60

Kabarkarya.com | Sidoarjo – Transformasi digital mendorong perubahan cara pelaku usaha membangun bisnis. Menjawab tantangan tersebut, SMKS Antartika 2 Sidoarjo membekali ratusan siswanya dengan pemahaman tentang riset pasar berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui Workshop Riset Pasar dalam Pengembangan Kewirausahaan Murid SMK, Kamis (2/7/2026).

Workshop menghadirkan praktisi bisnis media sekaligus Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya, Arvendo Mahardika. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa calon wirausahawan tidak lagi bisa mengandalkan pola lama, yakni menciptakan produk terlebih dahulu baru mencari pembeli.

banner 336x280

Menurut Arvendo, strategi bisnis saat ini harus diawali dengan riset yang mampu memetakan kebutuhan konsumen, membaca tren pasar, hingga memahami perubahan perilaku pengguna di era kecerdasan buatan.

“Pelaku usaha harus mulai memahami bagaimana AI bekerja dalam menyajikan informasi kepada pengguna. Di sinilah konsep Generative Engine Optimization (GEO) menjadi penting agar produk maupun konten lebih mudah ditemukan dan direkomendasikan oleh mesin pencari berbasis AI,” ujarnya.

Pemimpin Redaksi AboutMalang.com itu juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang keahlian. Ia menyebut kemampuan desain grafis, produksi konten, hingga pemasaran digital harus dipadukan dengan storytelling yang kuat agar produk memiliki identitas sekaligus mampu membangun kedekatan dengan konsumen.

“Produk yang baik belum tentu berhasil di pasar apabila tidak mampu dikomunikasikan dengan narasi yang tepat. Karena itu, kreativitas dan kemampuan bercerita menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran digital,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Macroscope, Osman Nur Chaidir, memberikan materi mengenai fondasi membangun bisnis yang berkelanjutan.

Ia mengingatkan bahwa banyak usaha rintisan gagal berkembang pada tahun pertama akibat lemahnya pengelolaan organisasi dan kurangnya validasi terhadap kebutuhan pasar.

Menurutnya, setiap wirausahawan perlu memiliki pola pikir yang tepat sejak awal dengan menetapkan tujuan menggunakan prinsip SMART serta menentukan model bisnis yang sesuai dengan visi usaha, baik berbasis sosial, startup, maupun lean company.

Sementara itu, Kepala SMKS Antartika 2 Sidoarjo, Retno Purwolystiorini, S.E., M.M.Pd., mengatakan kolaborasi dengan praktisi industri merupakan bagian dari upaya sekolah memperkuat kompetensi siswa di luar kemampuan teknis.

Ia menilai peserta didik telah memiliki bekal keterampilan dalam menghasilkan produk melalui pembelajaran vokasi. Namun, agar mampu menciptakan usaha yang berkelanjutan, mereka juga harus memahami strategi pemasaran, analisis pasar, hingga pengelolaan bisnis secara profesional.

“Kami ingin lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, kemampuan membaca peluang pasar harus menjadi bagian dari kompetensi yang dimiliki siswa,” ujar Retno.

Melalui kegiatan tersebut, SMKS Antartika 2 Sidoarjo berharap implementasi program Teaching Factory (TeFa) semakin optimal dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing tinggi di sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan digital.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.