Keripik Buah dan Sayur Kota Batu Tembus Singapura, Bea Cukai Malang Kawal UMKM Naik Kelas

oleh -8 Dilihat
oleh
PT Arjuna Triple Nine, UMKM asal Kota Batu binaan Bea Cukai Malang, berhasil mengekspor 6 ton keripik buah dan sayur ke Singapura
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Batu – Produk olahan lokal tak lagi hanya menyasar pasar domestik. PT Arjuna Triple Nine, UMKM asal Kota Batu binaan Bea Cukai Malang, berhasil mengekspor 6 ton keripik buah dan sayur ke Singapura. Ekspor ini menjadi bukti potensi produk berbasis hasil pertanian lokal untuk bersaing di pasar internasional.

Pelepasan ekspor pada Senin (12/10/2026) tersebut dihadiri Bea Cukai Malang bersama Pemerintah Kota Batu. Langkah ini sekaligus menunjukkan peluang UMKM daerah untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian melalui produk olahan.

banner 336x280

Kepala Bea Cukai Malang Johan Pandores menegaskan, penguatan UMKM agar mampu menembus pasar global menjadi bagian penting dari dukungan Bea Cukai terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Bea Cukai Malang berkomitmen mendukung UMKM agar semakin siap menembus pasar ekspor. Kami hadir melalui edukasi, konsultasi, dan pendampingan untuk membantu pelaku usaha memahami ketentuan ekspor serta meningkatkan daya saing produknya di pasar internasional,” ujarnya.

Menurut Johan, potensi produk lokal perlu diimbangi kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan global. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha juga menjadi faktor penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.

PT Arjuna Triple Nine menjadi salah satu contoh UMKM yang mengembangkan potensi tersebut. Dirintis Hari Mastutik pada 2011, usaha ini awalnya memproduksi rempeyek sebelum berkembang menjadi produsen keripik buah dan sayur dengan merek Famchips.

Berbagai produk dihasilkan menggunakan teknologi vacuum frying atau penggorengan vakum, mulai dari keripik apel, pisang, salak, ubi ungu, paprika hingga cabai. Inovasi pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan mengembangkan bahan baku lokal menjadi produk pangan bernilai tambah.

Pemanfaatan hasil pertanian lokal juga membuka peluang bagi komoditas daerah untuk memiliki nilai ekonomi lebih tinggi setelah diolah. Dengan pasar ekspor yang semakin luas, potensi pengembangan usaha dan penyerapan bahan baku dari petani lokal turut terbuka.

Bea Cukai Malang terus menjalankan peran sebagai trade facilitator dan industrial assistance melalui pendampingan kepada pelaku usaha. Upaya ini diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk yang kompetitif, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memperluas pemasaran ke luar negeri.

Ekspor 6 ton keripik ke Singapura menjadi pijakan bagi PT Arjuna Triple Nine untuk memperkuat penetrasi pasar internasional. Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa produk olahan daerah memiliki peluang untuk berkembang menjadi komoditas ekspor ketika didukung inovasi, kualitas produk, dan pendampingan yang berkelanjutan. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.