Kapolresta Malang Kota Dorong Sinergi Redam Polarisasi dan Disinformasi Digital

oleh -128 Dilihat
oleh
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo P.S., S.H., S.I.K., M.H. dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika: Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo P.S., S.H., S.I.K., M.H. mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi untuk menjaga persatuan dan kondusivitas Kota Malang di tengah derasnya arus informasi digital.

Pesan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika: Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Cafe Jeep, Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, Selasa (11/8/2026) malam.

banner 336x280

Sekitar 80 peserta hadir, di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandi Siregar, unsur TNI, kejaksaan, organisasi masyarakat, Kelompok Cipayung, BEM Malang Raya dan komunitas ojek online.

Danang menegaskan, media sosial tidak boleh menjadi ruang berkembangnya disinformasi, provokasi maupun ujaran kebencian bermuatan SARA. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi viral sebelum memastikan kebenarannya.

“Media sosial jangan menjadi ruang untuk menghakimi seseorang. Kita perlu menyaring informasi, saling mengingatkan dan menyelesaikan persoalan melalui jalur yang benar,” tegasnya.

Selain isu digital, forum juga membahas curanmor, penyampaian aspirasi mahasiswa, dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan, fasilitas publik hingga pohon rawan tumbang.

Terkait keamanan, Danang menyebut tren curanmor secara komparatif tahunan relatif stabil dan cenderung menurun. Polresta Malang Kota terus memperkuat pencegahan melalui patroli serta pemantauan lebih dari 250 unit CCTV.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan keamanan dan stabilitas merupakan fondasi pembangunan, terutama bagi Kota Malang sebagai kota pendidikan sekaligus tujuan investasi.

“Pemerintah Kota Malang siap berkolaborasi dengan aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat untuk menyelesaikan persoalan kota secara konstruktif,” ujarnya.

FGD tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi lintas sektor sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga persatuan di era digital membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat keamanan, mahasiswa, organisasi masyarakat dan seluruh warga.

Sinergi dan literasi digital menjadi kunci agar perbedaan tidak berubah menjadi polarisasi, sementara kebebasan berpendapat tidak bergeser menjadi provokasi. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.