Kabarkarya.com | Malang — Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi pijakan Batalyon Kesehatan 2 Kostrad dalam membangun prajurit yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga kuat secara mental, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut mengemuka dalam doa bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H/2026 M yang digelar di Hall Mayonkes 2 Kostrad, Karangploso, Malang, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diikuti prajurit Yonkes 2 Kostrad itu berlangsung khidmat. Selain doa bersama, rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah dan arahan dari Danyonkes 2 Kostrad Letkol Ckm dr. David Marlynson Purba, M.Ked(Surg), Sp.B., M.Tr.Mil.
Bagi satuan kesehatan Kostrad tersebut, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian penting dalam membentuk karakter prajurit.
Letkol Ckm dr. David menekankan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam perilaku nyata, terutama dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai prajurit.
“Jadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan dalam membentuk pribadi prajurit yang amanah, disiplin dan bertanggung jawab. Dengan akhlak yang baik, kita mampu melaksanakan setiap tugas dengan penuh keikhlasan dan memberikan pengabdian terbaik kepada satuan, bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia menilai profesionalisme prajurit harus berjalan seiring dengan kekuatan mental dan akhlak. Sebab, kemampuan dalam menjalankan tugas akan semakin bermakna ketika dibangun di atas kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan keikhlasan.
Pesan tersebut dinilai relevan bagi prajurit Yonkes 2 Kostrad yang memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan kesehatan dalam berbagai pelaksanaan tugas.
Melalui kegiatan tersebut, Yonkes 2 Kostrad juga menegaskan pentingnya pembinaan mental dan spiritual sebagai bagian dari kesiapan prajurit.
Dengan fondasi tersebut, setiap personel diharapkan mampu menjaga profesionalisme sekaligus menghadirkan pengabdian yang humanis dan bertanggung jawab.
Doa bersama berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan ditutup dengan doa bersama.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk terus membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan dan setiap pelaksanaan tugas.(dunk)










