Guyub dalam Keberagaman, 100 Warga RT 05 Krajan Pakisjajar Tampilkan Pesona Adat Nusantara

oleh -62 Dilihat
oleh
warga RT 05 RW 01 Krajan turun bersama memeriahkan Kirab Budaya Pakisjajar dalam rangka HUT Desa Pakisjajar
banner 468x60

Kabarkarya.com | Malang – Kekompakan warga tidak selalu ditunjukkan melalui kerja bakti atau kegiatan sosial. Di Desa Pakisjajar, semangat itu justru terlihat dalam balutan pakaian adat Nusantara.

Sekitar 100 warga RT 05 RW 01 Krajan turun bersama memeriahkan Kirab Budaya Pakisjajar dalam rangka HUT Desa Pakisjajar, Sabtu (7/11/2026).

banner 336x280

Dari anak-anak hingga orang dewasa, seluruh peserta tampil membawa identitas budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Beragam kostum adat yang dikenakan menjadikan rombongan RT 05 sebagai bagian dari semarak keberagaman dalam perhelatan budaya tahunan tersebut.

Di bawah koordinasi Ketua RT 05, Suja’i, keikutsertaan puluhan keluarga ini bukan sekadar mengejar kemeriahan.

Ada pesan tentang pentingnya menjaga tradisi, merawat kerukunan, dan membangun kebersamaan yang ingin ditunjukkan kepada masyarakat.

Rombongan mengikuti kirab malam yang dimulai pukul 19.00 WIB dengan menyusuri Jalan Raya Pakisjajar sepanjang kurang lebih tiga kilometer. Sepanjang perjalanan, antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya warga yang menyaksikan iring-iringan peserta.

Menariknya, partisipasi tersebut terwujud berkat dukungan dan kemandirian warga. Pembiayaan kegiatan dikumpulkan secara swadaya melalui kas RT, iuran Karang Taruna RT 05, serta kontribusi masyarakat.

Ketua RT 05 RW 01 Krajan, Suja’i, menegaskan bahwa keikutsertaan warganya merupakan bentuk nyata bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Alhamdulillah, kami bisa ikut ambil bagian dalam Kirab Budaya Pakisjajar. Sekitar 100 warga ikut berpartisipasi, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Ini menjadi bukti bahwa warga kami memiliki semangat kebersamaan dan kekompakan yang kuat,” ungkapnya.

Ia menilai, nilai terpenting dari kirab budaya bukan terletak pada kemegahan kostum maupun penampilan rombongan, melainkan bagaimana kegiatan tersebut mampu menyatukan masyarakat.

“Bagi kami, ini bukan hanya soal tampil dalam kirab. Yang lebih penting adalah bagaimana warga bisa berkumpul, saling mendukung, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara, khususnya kepada generasi muda,” tegas Suja’i.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga, Karang Taruna, dan semua pihak yang telah bergotong royong menyukseskan keikutsertaan RT 05 dalam kegiatan tersebut.

Partisipasi warga RT 05 RW 01 Krajan menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya tidak harus dimulai dari panggung besar. Dari lingkungan RT, melalui inisiatif dan kebersamaan masyarakat, tradisi dapat terus hidup dan diwariskan.

Sebab, di balik setiap pakaian adat yang dikenakan, ada pesan yang lebih besar: keberagaman menyatukan, gotong royong menguatkan, dan kerukunan menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. (Rick)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.