HIPMI Kota Malang Ambil Peran Strategis, Gandeng Institut Asia Cetak Founder Muda dan Startup Berdaya Saing

oleh -53 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak lahirnya pengusaha muda.

Tidak hanya menjadi wadah berhimpun para pelaku usaha, HIPMI kini aktif masuk ke lingkungan kampus untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu mencetak founder startup sejak di bangku kuliah.

banner 336x280

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang dalam penyelenggaraan Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026.

Program yang berlangsung sepanjang Juli 2026 itu mencapai puncaknya pada Demo Day dan penjurian 9 Juli 2026, yang mempertemukan puluhan startup mahasiswa dengan praktisi bisnis, investor, dan mentor profesional.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menegaskan bahwa HIPMI tidak ingin potensi bisnis anak muda berhenti sebagai konsep di atas kertas.

Menurutnya, mahasiswa membutuhkan akses terhadap jaringan bisnis, pendampingan, hingga peluang investasi agar inovasi yang dimiliki benar-benar berkembang menjadi perusahaan yang mampu bertahan di tengah persaingan.

“Masih banyak ide bisnis yang berhenti sebagai proposal karena tidak pernah dipertemukan dengan pasar. HIPMI hadir untuk menjembatani kesenjangan itu. Kami siap membuka akses mentoring, business matching, jejaring pengusaha, hingga peluang investasi agar startup mahasiswa memiliki kesempatan tumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan,” ujar Hendi.

Ia menilai, kolaborasi antara organisasi pengusaha dan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ekonomi daerah.

Semakin banyak founder muda yang lahir, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja baru dan meningkatnya daya saing Kota Malang sebagai kota pendidikan sekaligus kota entrepreneur.

Dalam kolaborasi tersebut, HIPMI Kota Malang tidak hanya berperan sebagai mitra kegiatan, tetapi juga membawa perspektif dunia usaha ke dalam proses pembelajaran.

Mahasiswa didorong memahami tantangan bisnis secara nyata, mulai dari validasi pasar, penyusunan model bisnis, strategi pemasaran, hingga kemampuan mempresentasikan ide di hadapan investor.

Rektor ITB Asia Malang, Risa Santoso, menyambut baik sinergi tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia usaha.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki mental sebagai pencipta lapangan kerja. Karena itu, kolaborasi dengan HIPMI menjadi langkah penting agar proses belajar benar-benar terhubung dengan kebutuhan dunia bisnis,” kata Risa.

Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026 juga mendapat dukungan dari Inkubator Bisnis INC.85 Asia dan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan. Sinergi empat unsur tersebut menjadi fondasi dalam membangun ekosistem startup yang berkelanjutan.

Pada puncak acara, puluhan startup mahasiswa mempresentasikan model bisnis mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi bisnis.

Dari proses tersebut, 10 tenant startup terbaik terpilih menerima pendanaan dari INC.85 Asia dan berhak mengikuti pendampingan lanjutan untuk mempercepat pengembangan usahanya.

Bagi HIPMI Kota Malang, kolaborasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata mencetak generasi pengusaha baru.

Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penghubung antara kampus, dunia usaha, investor, dan pemerintah agar semakin banyak startup lokal yang lahir, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (DD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.