Kabarkarya.com | Persoalan keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan di Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya (YPIK) Malang akhirnya mendapat perhatian langsung dari pengurus pusat Partai Golkar.
Sekretaris Bidang Akademisi DPP Partai Golkar, Arief Rosyid Hasan, meninjau langsung kondisi yayasan yang berada di Jalan Cengger Ayam, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (23/7/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar bersifat seremonial. Arief bersama Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang dinilai membutuhkan pembenahan agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih layak bagi masyarakat.
Arif Rosyid Hasan menegaskan, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama perjuangan Partai Golkar. Sejak awal berdiri, kata dia, Golkar dibangun di atas tiga pilar besar, yakni politik, ekonomi, dan akademik, sehingga penguatan sektor pendidikan menjadi bagian dari tanggung jawab moral partai.
“YPIK memiliki sejarah panjang dengan Golkar. Karena itu, perhatian terhadap dunia pendidikan bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari komitmen kami menjaga pilar akademik agar terus hidup dan berkembang,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang yang tetap berkomitmen mempertahankan eksistensi lembaga pendidikan di tengah berbagai tantangan.
Menurutnya, kepedulian terhadap pendidikan menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Kami optimistis semangat yang dibangun Mas Jo dalam memperkuat pendidikan akan berdampak positif, baik terhadap penguatan Partai Golkar maupun pembangunan sumber daya manusia di Kota Malang,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, mengungkapkan bahwa kondisi YPIK saat ini memang memerlukan perhatian serius, terutama pada aspek pembangunan infrastruktur pendidikan yang belum memadai.
Ia menegaskan, kehadiran Arief Rosyid Hasan diharapkan menjadi pintu masuk agar aspirasi pengembangan yayasan dapat diperjuangkan hingga ke tingkat pusat.
“Kami ingin Golkar hadir bukan hanya melalui aktivitas politik, tetapi juga memberikan solusi nyata di bidang pendidikan dan ekonomi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Djoko.
Menurutnya, YPIK juga memiliki peran sosial karena menyediakan layanan pendidikan gratis bagi pelajar jenjang SMP dan SMA. Namun, keterbatasan fasilitas membuat pengembangan lembaga belum dapat berjalan maksimal.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan DPP melalui Bidang Akademisi agar kebutuhan pembangunan yayasan mendapat perhatian. Harapan kami sederhana, kehadiran Golkar benar-benar diwujudkan dalam bentuk karya nyata untuk masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya Malang Sunari Tanto menyebut kunjungan pengurus DPP Partai Golkar sebagai momentum bersejarah bagi lembaga yang telah berdiri sejak 45 tahun silam.
Menurutnya, baru kali ini ada pengurus pusat yang datang langsung untuk melihat kondisi riil dunia pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.
Ia mengakui pandemi COVID-19 sempat menjadi pukulan berat karena jumlah mahasiswa dan siswa menurun drastis. Kondisi itu turut berdampak terhadap kemampuan yayasan dalam mengembangkan fasilitas pendidikan.
“Alhamdulillah sekarang mulai bangkit. Jumlah peserta didik terus meningkat dan kami sedang melakukan berbagai pembaruan agar yayasan ini semakin maju dan profesional,” ungkapnya.
Meski demikian, ia berharap perhatian pemerintah maupun Partai Golkar tidak berhenti pada kunjungan semata. Masih terdapat pembangunan gedung yang belum terselesaikan serta berbagai kebutuhan sarana dan prasarana yang mendesak untuk dipenuhi.
“Dukungan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan sangat kami harapkan. Dengan sarana yang memadai, kami dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik dan ikut mencetak generasi bangsa yang berkualitas,” pungkasnya. (DD)










