Golkar Kota Malang Garap Gen Z dengan Cara Berbeda, Olahraga Jadi Ruang Pendekatan Politik

oleh -162 Dilihat
oleh
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin bersama influencer Malang Raya dalam Friendly Match Mini Soccer
banner 468x60

Kabarkarya.com | Malang — Pendekatan politik kepada generasi muda mulai dikemas dengan cara yang lebih cair. Partai Golkar Kota Malang memanfaatkan Friendly Match sebagai ruang membangun kedekatan dengan Gen Z dan influencer, tanpa sekat formalitas politik.

Momentum itu terlihat pada hari terakhir Bahlil Mini Soccer di Unggul Sport Center, Selasa (2/9/2026) sore. Tim Golkar Kota Malang menjalani dua pertandingan persahabatan, masing-masing menghadapi Panitia Bahlil Mini Soccer dan tim influencer Kota Malang.

banner 336x280

Meski berlabel pertandingan ekshibisi, Friendly Match tersebut membawa pesan politik yang cukup jelas, membuka ruang komunikasi dan persahabatan dengan generasi muda melalui aktivitas yang mereka minati.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menegaskan hasil pertandingan bukan menjadi tujuan utama. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah terciptanya ruang kebersamaan antara Golkar, Gen Z, dan influencer.

“Walaupun kita kalah, semangat kita luar biasa. Yang terpenting adalah menyatukan generasi muda, Gen Z dan para influencer dengan Partai Golkar Kota Malang,” ujar Djoko.

Ia menyebut Friendly Match sebagai bagian dari upaya menjadikan Golkar lebih terbuka terhadap generasi muda.

“Ini menjadi pintu gerbang kebersamaan kita. Golkar menjadi pintu gerbang partai politik untuk para Gen Z,” tegasnya.

Tidak berhenti pada satu event, Djoko bahkan membuka kemungkinan Friendly Match bersama komunitas muda digelar secara rutin.

“Insya Allah ke depan kita akan rutin. Paling tidak sebulan sekali kita akan bermain bersama para influencer dan Gen Z,” katanya.

Influencer dan pembuat konten asal Malang Raya, Ridwan Adi, menilai konsep olahraga bersama seperti ini justru bisa menjadi cara berbeda untuk memperkenalkan politik kepada Gen Z.

Menurutnya, generasi muda membutuhkan pendekatan yang lebih komunikatif dan tidak terlalu formal.

“Sebagai influencer, kalau Gen Z diperkenalkan dengan politik, apalagi Partai Golkar, mungkin awalnya ada pertanyaan, ‘Gen Z di area politik, waduh bagaimana?’ Tetapi dengan program-program seperti ini, mungkin sedikit berbeda,” ujarnya.

Ridwan menilai partai politik tidak harus selalu menggunakan pola pendekatan konvensional.

“Ajang seperti ini bisa dikembangkan lagi. Entah mini soccer, bulu tangkis, atau olahraga lainnya. Yang penting ada pendekatan dengan Gen Z supaya dekat,” katanya.

Bahkan, laga persahabatan ini dinilai mampu menciptakan interaksi yang lebih natural. Anak muda datang bukan karena agenda politik, melainkan karena olahraga dan komunitas. Dari ruang itulah komunikasi kemudian terbangun.

Sementara itu, pembuat konten asal Malang Raya, Fabria Satria Pambudi dari @Kuliner Satu Menit, mengapresiasi ruang yang diberikan Golkar Kota Malang kepada Gen Z untuk berkreativitas dan berkarya.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena kami para Gen Z diwadahi untuk berkreativitas dan berkarya bersama,” ujarnya.

Fabria berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan positif.

“Semoga ke depannya bisa menjadi gerbang menuju aktivitas-aktivitas yang lebih bermanfaat dan lebih sehat lagi,” katanya.

Dengan demikian, Friendly Match bukan sekadar pelengkap Bahlil Mini Soccer. Lapangan hijau justru menjadi ruang perjumpaan baru antara partai politik dan generasi muda, tempat membangun komunikasi tanpa podium, mendekat tanpa sekat, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Bagi Golkar Kota Malang, pendekatan semacam ini menjadi langkah untuk menjawab tantangan komunikasi politik dengan Gen Z, datang ke ruang mereka, ikut beraktivitas, membangun kedekatan, kemudian membuka ruang dialog. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.