Bukan Sekadar Batik, Grand Mercure Malang Padukan Tradisi dan Gaya Hidup Sehat

oleh -114 Dilihat
oleh
Sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan ambil bagian. Mengenakan busana olahraga dengan sentuhan batik,
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Batik tak selalu harus hadir dalam suasana formal. Di tangan Grand Mercure Malang Mirama dan Het Yoga Studio, warisan budaya Indonesia itu justru dibawa ke atas matras yoga, dipadukan dengan gerakan tubuh, ketenangan pikiran, dan gaya hidup sehat.

Konsep berbeda tersebut dihadirkan untuk memperingati Hari Batik Nasional 2026 melalui kegiatan bertajuk “Pause, Breathe, Reconnect” di Ebisu Japanese Restaurant Malang, Jumat (3/10/2026).

banner 336x280

Sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan ambil bagian. Mengenakan busana olahraga dengan sentuhan batik, mereka mengikuti sesi yoga sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga keseimbangan fisik dan mental.

Bagi penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar olahraga bersama. Ada pesan yang ingin ditegaskan: pelestarian budaya tidak harus selalu dilakukan melalui seremoni, tetapi dapat dihidupkan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian masyarakat.

Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, Sugito Adhi, mengatakan konsep tersebut sengaja dipilih untuk menghadirkan perspektif baru dalam memperingati Hari Batik Nasional.

“Kami ingin menghadirkan cara baru dalam merayakan Hari Batik Nasional. Lewat kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan mental, kami percaya bahwa menjaga kebugaran diri dapat berjalan seiring dengan melestarikan kebudayaan,” kata Sugito.

Menurut dia, peserta yang melakukan gerakan yoga dengan mengenakan batik menjadi gambaran sederhana bahwa tradisi dan gaya hidup modern bukan sesuatu yang harus dipertentangkan.

Semarak kegiatan semakin terasa dengan digelarnya kompetisi Best Dress Code. Peserta ditantang mengolah kreativitas dengan memadukan pakaian olahraga dan unsur batik tanpa menghilangkan sisi kenyamanan.

Owner Het Yoga Studio, Sharfina Ghaisani, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan dan relevan.

“Kami sangat antusias bisa menjadi bagian dari perayaan Hari Batik Nasional ini. Melihat para peserta bergerak di atas matras dengan balutan dan sentuhan batik yang anggun, ditambah antusiasme mereka memperebutkan Best Dress Code, menciptakan energi positif yang luar biasa,” ujarnya.

Sharfina menambahkan, perpaduan yoga dan batik memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Di satu sisi, mereka diajak lebih peduli terhadap kesehatan tubuh dan pikiran. Di sisi lain, mereka kembali diingatkan pada identitas budaya yang melekat pada batik.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa gaya hidup sehat dan pelestarian budaya bisa dikemas dengan cara yang menyenangkan,” tegasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan. Semangatnya justru diarahkan agar batik semakin akrab dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk dalam ruang-ruang gaya hidup modern.

Sebab, menjaga batik sebagai warisan budaya bukan hanya soal mengenakannya pada hari tertentu. Lebih jauh, bagaimana batik tetap hidup, dikenakan, dan relevan di tengah perubahan zaman. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.