APJI Kota Malang Masuki Era Baru, Hananta Bidik Penguatan UMKM dan Regenerasi Chef Muda

oleh -24 Dilihat
oleh
Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Malang usai menggelar musyawarah pembentukan kepengurusan
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Malang mulai menyiapkan langkah besar untuk memperkuat industri jasa boga. Hananta Wiratama resmi terpilih sebagai Ketua DPC APJI Kota Malang dalam musyawarah pembentukan kepengurusan yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Senin (2/11/2026) lalu.

Tak sekadar membentuk kepengurusan baru, Hananta membawa visi menjadikan APJI sebagai kekuatan kolaborasi industri pangan yang mampu menghubungkan pengusaha catering, UMKM kuliner, supplier, chef, hingga kalangan akademisi.

banner 336x280

Mengusung semangat From Association to Ecosystem, kepemimpinan baru APJI Kota Malang diarahkan untuk mengubah organisasi menjadi ruang tumbuh bersama sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha jasa boga.

Musyawarah tersebut diikuti lebih dari 35 pelaku industri jasa boga dan sektor pendukungnya. Perwakilan KADIN dan HIPMI Kota Malang turut hadir, sementara Ketua DPD APJI Jawa Timur mengikuti kegiatan secara daring.

Dalam kepengurusan baru, Hananta akan didampingi Hendi Suryo Leksono sebagai Sekretaris dan Elsy Arifa Wulandini sebagai Bendahara. Keterlibatan sejumlah figur muda menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong regenerasi dan memperluas jaringan industri kuliner di Kota Malang.

Hananta menegaskan, APJI ke depan tidak boleh hanya menjadi organisasi tempat pengusaha berkumpul. Lebih dari itu, harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh mata rantai industri jasa boga.

“Kami ingin membawa APJI dari sekadar asosiasi menjadi sebuah ekosistem. Artinya, bukan hanya pengusaha catering yang terlibat, tetapi juga UMKM pangan, supplier, distributor, chef, praktisi food safety, ahli gizi, akademisi, hingga berbagai mitra industri lainnya,” tegas Hananta.

Menurutnya, kekuatan industri jasa boga tidak bisa dibangun secara parsial. Diperlukan keterhubungan antara pelaku usaha, pemasok bahan baku, sumber daya manusia, hingga pasar agar industri ini tumbuh lebih profesional dan berdaya saing.

Salah satu program ambisius yang disiapkan adalah pembentukan 285 UMKM Binaan APJI, dengan target lima UMKM di setiap kelurahan di Kota Malang yang tersebar di 57 kelurahan.

“Kami ingin UMKM pangan tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah, tetapi juga meningkat kualitas produk, kapasitas produksi, standar keamanan pangan, dan kemampuan menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Selain pembinaan UMKM, Hananta juga menyiapkan program Chef Muda yang menyasar siswa SMK sebagai upaya mencetak talenta kuliner profesional sekaligus memperkuat regenerasi tenaga kerja industri jasa boga.

Program lainnya, Kawan Gizi APJI, akan menjadi wadah kolaborasi mahasiswa gizi, akademisi, ahli gizi, dan pelaku usaha untuk mendorong kualitas makanan, pemenuhan gizi, serta penerapan standar keamanan pangan.

Tak berhenti di situ, APJI Kota Malang juga membidik terbentuknya jaringan 500 anggota ekosistem yang berasal dari berbagai sektor industri pangan.

“Target kami adalah membangun jaringan yang saling menguatkan. Ketika pengusaha membutuhkan bahan baku, ada jaringan supplier. Ketika membutuhkan tenaga profesional, ada chef dan talenta muda. Ketika ingin meningkatkan kualitas produk, ada praktisi keamanan pangan dan ahli gizi. Semua bisa saling terhubung,” ungkapnya.

Hananta yang memiliki pengalaman di industri kuliner, termasuk sektor industri susu, juga membawa kompetensi di bidang food safety serta pengelolaan kitchen.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal dalam mendorong profesionalisme dan peningkatan standar industri jasa boga.

Sementara itu, Hendi Suryo Leksono memiliki pengalaman di bidang catering, coffee, dan penyediaan makanan. Adapun Elsy Arifa Wulandini merupakan pemilik Tobaku Harmoni, usaha penyedia kebutuhan dan bahan baku bagi pelaku catering.

Komposisi tersebut diharapkan mampu mempertemukan berbagai kepentingan bisnis dalam satu jaringan usaha yang produktif.

Hananta juga menegaskan bahwa APJI Kota Malang terbuka bagi seluruh pelaku industri jasa boga yang ingin berkembang bersama.

“Kami mengajak pengusaha catering, UMKM kuliner, supplier, distributor, chef, ahli gizi, akademisi, dan seluruh pelaku industri pangan untuk bergabung. APJI harus menjadi rumah bersama, tempat membangun jaringan, bertukar pengetahuan, membuka peluang usaha, dan menciptakan kemajuan bersama,” tandasnya.

Kepengurusan baru ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan organisasi APJI secara nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki, melalui sinergi dengan DPD APJI Jawa Timur.

Pelantikan Ketua dan jajaran pengurus DPC APJI Kota Malang dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2026. (red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.