81 Meter Merah Putih Membentang, Warga Penanggungan Bergerak Bersama Rayakan Kemerdekaan

oleh -151 Dilihat
oleh
Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter membentang di tengah semangat warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter membentang di tengah semangat warga Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Senin (17/8/2026). Bukan sekadar seremoni HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kirab tersebut menjadi panggung kebersamaan warga dari delapan RW untuk merawat persatuan dari tingkat kampung.

Sejak pukul 09.00 WIB, warga RW 1 hingga RW 8 bergabung dalam Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter. Rangkaian kirab dimulai dari kawasan Klinik Bunga Melati/Makam Betek dan bergerak menuju Kantor Kelurahan Penanggungan sebagai titik akhir.

banner 336x280

Menariknya, bendera raksasa tersebut tidak dibawa oleh satu kelompok saja. Warga mengaraknya secara estafet dari satu RW ke RW lainnya. Pola tersebut membuat seluruh wilayah Kelurahan Penanggungan ikut mengambil bagian dalam perjalanan simbol kebangsaan tersebut.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran warga yang mengenakan pakaian bertema kemerdekaan hingga busana adat. Namun di balik kemeriahan itu, ada pesan yang ingin ditegaskan: kemerdekaan harus dirawat melalui kebersamaan.

Plt Lurah Penanggungan Amanullah Abror, S.STP., M.AP., mengatakan kirab tahun ini merupakan pengembangan dari kegiatan serupa yang sebelumnya digagas oleh salah satu RW.

“Ini rangkaian kegiatan kita dalam memeriahkan HUT RI ke-81. Kelurahan Penanggungan menggelar kirab Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter,” kata Abror.

Ia menjelaskan, kirab 81 meter tersebut merupakan pelaksanaan kedua. Jika tahun sebelumnya masih terbatas di wilayah tertentu, kali ini konsepnya diperluas dengan melibatkan seluruh RW di Kelurahan Penanggungan.

“Ini yang kedua kalinya. Awalnya ide kirab ini dari salah satu RW kita tahun lalu. Tahun ini kita perpanjang dan kita kirab ke seluruh RW di wilayah Penanggungan,” ungkapnya.

Menurut Abror, sistem estafet sengaja dipilih agar kegiatan tidak berhenti sebagai tontonan. Setiap RW memiliki kesempatan membawa langsung bendera sekaligus berinteraksi dengan warga dari wilayah lainnya.

“Setiap RW nanti ada pasukan pembawa bendera. Mereka bergabung dan membawa bendera ini secara estafet sampai finish,” jelasnya.

Bagi Abror, titik penting dari kegiatan tersebut justru berada pada proses pertemuan antarwarga. Kirab menjadi ruang sederhana untuk membuka komunikasi, memperkuat silaturahmi, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan.

“Saya berharap kegiatan ini bisa menjadikan tali silaturahmi antarwarga semakin kuat dan semakin guyub. Dengan cara estafet ini, warga akhirnya bertemu dan saling sapa,” tuturnya.

Ia berharap semangat yang lahir dari kirab tersebut tidak berhenti ketika bendera tiba di garis finis. Menurutnya, kebersamaan yang sudah terbangun harus diteruskan dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya.

“Saya ingin kegiatan ini menjadi tonggak awal dari kegiatan-kegiatan lain untuk semakin digiatkan lagi,” pungkas Abror.

Kirab Bendera 81 Meter itu pun menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dengan seremoni besar. Dari lingkungan warga, semangat nasionalisme dapat tumbuh melalui hal sederhana: berjalan bersama, membawa Merah Putih bersama, dan menjaga kerukunan bersama. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.