1.500 Peserta Tumpah di Bakorwil Malang, Adu Disiplin dan Kreativitas di Hari Jadi Jatim ke-81

oleh -43 Dilihat
oleh
Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dirayakan di Kantor Bakorwil III Malang,
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak sekadar dirayakan dengan seremoni. Di halaman Kantor Bakorwil III Malang, Minggu (4/10/2026), lebih dari 1.500 anak dan pelajar turun langsung menunjukkan disiplin, kreativitas dan keberanian.

Derap langkah peserta Lomba Peraturan Baris-Berbaris (LPBB) berpadu dengan aksi anak-anak dalam Festival Anak. Ribuan peserta menjadikan kawasan Bakorwil Malang penuh energi sekaligus menjadi panggung pembentukan karakter generasi muda.

banner 336x280

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus memiliki makna lebih dari sekadar perayaan tahunan.

“Peringatan Hari Jadi Jawa Timur harus menjadi momentum untuk membangun optimisme dan semangat generasi muda. Anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, berkompetisi, berkreativitas sekaligus membangun karakter,” ujar Asep.

Besarnya antusiasme terlihat dari 68 pleton yang ambil bagian dalam LPBB. Kompetisi tersebut mencakup kategori SD, SMP, SMA, Purna internal dan Purna eksternal.

Dengan rata-rata 20 anggota setiap pleton, sedikitnya 1.360 peserta terlibat dalam kompetisi yang menguji ketepatan gerakan, kekompakan, kedisiplinan dan respons terhadap komando.

Komposisinya terdiri dari 9 pleton kategori SD, 22 pleton SMP, 26 pleton SMA, 8 pleton Purna internal dan 3 pleton Purna eksternal.

Namun, LPBB tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Di balik gerakan yang harus serempak, peserta ditempa untuk memahami arti disiplin, tanggung jawab, konsentrasi, kepemimpinan dan kerja sama.

Semarak semakin terasa melalui Festival Anak yang diikuti sekitar 150 peserta.

Empat kategori perlombaan digelar, yakni menyanyi solo, penyiar radio, mewarnai dan fashion. Anak-anak diberi ruang untuk tampil, berkomunikasi dan menunjukkan kemampuan mereka di hadapan publik.

Jika LPBB mengasah kedisiplinan dan kekompakan, Festival Anak menjadi ruang untuk membangun kreativitas dan kepercayaan diri.

“Generasi unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Mereka juga perlu disiplin, kreatif, percaya diri, mampu bekerja sama dan memiliki karakter yang kuat. Ruang-ruang seperti inilah yang perlu terus kita hadirkan bagi anak-anak,” tegas Asep.

Menurutnya, membangun generasi unggul tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Sekolah, keluarga, komunitas dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memberikan ruang tumbuh bagi anak.

Asep menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Nawa Bhakti Satya, terutama dalam mendukung Jatim Cerdas dan Jatim Sehat.

Jatim Cerdas, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik. Kreativitas, kemampuan komunikasi, kedisiplinan dan keterampilan sosial juga menjadi bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia Jawa Timur.

Begitu pula dengan Jatim Sehat yang perlu diwujudkan melalui lingkungan positif, aktivitas fisik, interaksi sosial dan pola pembinaan yang mendukung tumbuh kembang anak.

“Pembangunan daerah bukan hanya tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kita juga harus menyiapkan manusianya. Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Jawa Timur di masa depan,” katanya. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.