Usai Kibarkan Merah Putih, Kapolresta Malang Kota Serukan Solidaritas untuk NTT

oleh -96 Dilihat
oleh
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo P.S., mengikuti rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Merah Putih berkibar di halaman Balai Kota Malang, Senin (17/8/2026). Namun bagi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo P.S., makna kemerdekaan tidak boleh berhenti ketika bendera mencapai puncak tiang.

Kemerdekaan, menurutnya, harus menjelma menjadi kepedulian kepada sesama dan komitmen menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

banner 336x280

Pesan itu disampaikan Danang setelah mengikuti rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar. Keduanya hadir dalam upacara pengibaran hingga prosesi penurunan bendera Merah Putih pada sore hari.

Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, Danang secara khusus mengajak masyarakat menaruh perhatian terhadap saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi musibah.

“Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui kepedulian dan solidaritas. Mari kita doakan serta berikan dukungan bagi saudara-saudara kita di NTT yang sedang menghadapi musibah,” kata Danang, Senin sore.

Seruan tersebut menjadi penegasan bahwa nasionalisme bukan sekadar slogan yang digaungkan setiap 17 Agustus. Nasionalisme, kata dia, harus terlihat ketika masyarakat mampu hadir dan peduli saat sesama anak bangsa berada dalam kesulitan.

Perbedaan pulau dan jarak ribuan kilometer tidak boleh menghapus rasa persaudaraan.

Justru dalam situasi seperti itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika diuji. Kepedulian masyarakat dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam menjaga Indonesia sebagai satu kesatuan.

Di Kota Malang, pesan kemerdekaan juga diarahkan pada persoalan yang berada di depan mata: menjaga Bumi Arema tetap aman dan damai.

Danang menilai kondisi keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI-Polri. Pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas, pemuda, hingga warga memiliki peran yang sama dalam menjaga ruang sosial tetap kondusif.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, toleransi dan gotong royong. Mari bersama-sama menciptakan Bumi Arema yang aman, damai dan nyaman bagi siapapun, termasuk masyarakat yang datang dan singgah di Kota Malang,” tegasnya.

Seruan tersebut menjadi penting mengingat Kota Malang merupakan ruang pertemuan masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Mobilitas warga yang tinggi membuat keamanan dan toleransi menjadi modal utama bagi kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi.

Danang menegaskan, kota yang aman bukan hanya ditandai dengan minimnya gangguan keamanan. Lebih jauh, keamanan harus mampu menciptakan rasa nyaman sehingga masyarakat bebas bekerja, belajar, berusaha dan beraktivitas.

“Suasana aman dan nyaman merupakan modal penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Rangkaian upacara HUT ke-81 RI yang berlangsung sejak pengibaran hingga penurunan bendera pun menjadi simbol bahwa menjaga kemerdekaan adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai.

Para pahlawan telah merebut kemerdekaan dengan pengorbanan. Generasi sekarang memiliki tugas berbeda: mempertahankannya melalui persatuan, kepedulian dan tanggung jawab sosial.

Dari momentum 17 Agustus ini, Danang mengajak masyarakat Kota Malang tidak hanya menjadi penonton perayaan kemerdekaan. Warga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga Indonesia tetap kuat dari lingkup paling dekat—lingkungan tempat tinggal hingga Kota Malang.

“Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah. Mari rawat persatuan, saling membantu dan bersama-sama menjaga kedamaian,” pesannya.

Kemerdekaan, pada akhirnya, bukan hanya tentang bagaimana Merah Putih dikibarkan. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah tentang bagaimana setiap warga mampu menjaga persaudaraan, membantu mereka yang tertimpa musibah, serta memastikan Bumi Arema tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi semua. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.