Unyep, “Yngwie Malmsteen-nya” Malang, Siap Gebrak Panggung Bersama M Force

oleh -210 Dilihat
oleh
Personel M Force Unyep di posisi gitar, M Force diperkuat Norman Duarte Tolle (bass), Cipenk Brotherhood (vokal), Sandy (keyboard), dan Ibra (drum).
banner 468x60

Kabarkarya.com | Malang — Nama Unyep Wahyu Hermawan kembali mencuri perhatian di panggung musik rock Kota Malang. Gitaris yang dikenal dengan permainan cepat, teknik tinggi dan karakter neoclassical ini dipercaya menjadi motor utama M Force Band, grup anyar yang siap menggebrak panggung Tribute to Yngwie Malmsteen.

M Force Band resmi terbentuk pada Agustus 2026. Band ini mempertemukan lima musisi dengan latar belakang berbeda, namun memiliki satu benang merah: kecintaan terhadap musik rock.

banner 336x280

Selain Unyep di posisi gitar, M Force diperkuat Norman Duarte Tolle (bass), Cipenk Brotherhood (vokal), Sandy (keyboard), dan Ibra (drum).

Formasi tersebut bukan sekadar kumpulan musisi. Di dalamnya terdapat pengalaman panjang para pemain senior yang berpadu dengan energi seorang drummer muda.

Unyep menjadi salah satu sosok sentral. Karakter permainan gitarnya dikenal kental dengan sentuhan rock, metal dan neoclassical. Teknik picking, bending, trill hingga permainan melodi dan kecepatan menjadi ciri khasnya.

Tak mengherankan jika permainan Unyep kerap diasosiasikan dengan karakter gitaris legendaris Yngwie Malmsteen.

Dalam gelaran Tribute to Yngwie Malmsteen, 12 September 2026 di Anang Karaoke, Kota Malang, Unyep dipercaya menjadi gitaris utama M Force untuk membawakan sejumlah karya Yngwie, di antaranya Rising Force, Like an Angel dan Seventh Sign.

Bagi Unyep, musik bukan sekadar soal memainkan instrumen. Sejak era 2000-an, ia telah melewati berbagai panggung dan kompetisi, termasuk meraih prestasi dalam kompetisi gitar Fender Day di Kota Malang dan sejumlah festival band.

Ia juga merupakan founder Melanin yang pernah menembus panggung nasional serta aktif sebagai gitaris Arema Voice.

Pengalamannya semakin lengkap dengan aktivitas sebagai composer, songwriter, arranger hingga produksi rekaman. Unyep juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi nasional, termasuk Edi Kemput, gitaris Grass Rock.

Di lini bass ada Norman Duarte Tolle, musisi yang juga memiliki rekam jejak panjang di skena musik Malang. Pernah meraih predikat The Best Guitarist Gudang Garam Festival Rock se-Indonesia, Norman kini mengeksplorasi peran baru sebagai bassist.

Kemampuan sebagai songwriter, composer dan arranger membuat Norman menjadi salah satu fondasi musikal M Force.

Sementara Cipenk Brotherhood dipercaya menjadi ujung tombak vokal. Dengan karakter suara kuat dan jangkauan nada luas, Cipenk mampu mengeksplorasi vokal tinggi, growl, scream hingga suara rendah.

Di belakang keyboard, ada Sandy, musisi yang dikenal memiliki permainan musikal dan teknikal. Kemampuannya membaca notasi serta tablature menjadi modal penting untuk menghidupkan warna progressive dan neoclassical M Force.

Yang paling menarik, formasi ini juga menghadirkan Ibra, drummer yang masih duduk di kelas 1 SMA.

Di usia yang relatif muda, Ibra telah mengikuti berbagai kompetisi drum tingkat regional dan nasional. Ia juga aktif menempuh pendidikan musik dan tampil dalam sejumlah event drummer di Malang.

Kehadirannya menjadi bukti bahwa regenerasi musisi rock di Malang masih berjalan.

Inilah yang coba ditawarkan M Force: pengalaman, karakter, dan energi muda dalam satu panggung.

Band yang baru lahir ini ingin mengambil bagian dalam menjaga tradisi panjang Kota Malang sebagai salah satu kota yang memiliki sejarah kuat dalam perkembangan musik rock Indonesia.

Tribute to Yngwie Malmsteen pun menjadi panggung pembuktian pertama.

Bukan hanya untuk memainkan karya sang maestro gitar dunia, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa dari Malang masih lahir musisi-musisi yang berani memainkan musik dengan teknik tinggi dan karakter kuat.

M Force Band kini siap menyalakan kembali bara rock Malang. Dan Unyep, dengan karakter gitar neoclassical-nya, berada di garis depan pertunjukan tersebut. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.