Sebuah Karya Buku SMSI Malang Raya, Ketua Dewan Pers Ungkap Beratnya Pertahankan Media Siber

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com |  Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat memberikan apresiasi terhadap buku yang diterbitkan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya karena dinilai mampu membuka sisi lain dunia pers yang selama ini jarang diketahui publik.

Buku tersebut dianggap bukan sekadar kumpulan cerita media, tetapi potret nyata perjuangan industri pers bertahan di tengah tekanan ekonomi dan disrupsi digital.

banner 336x280

Dalam opininya bertajuk “Media Siber dan Tantangan Ruang Belakang”, Komaruddin menyoroti beratnya tantangan yang dihadapi perusahaan media saat ini.

Menurutnya, publik hanya menikmati kemudahan membaca berita lewat layar telepon genggam tanpa mengetahui perjuangan media menjaga operasional tetap berjalan.

Ia menggambarkan bagaimana pengusaha media harus memikirkan biaya server, sewa kantor, hingga gaji wartawan di tengah pendapatan iklan yang belum stabil.

Di sisi lain, media juga dipaksa bersaing dengan influencer, konten kreator, akun anonim, hingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Komaruddin menyebut buku karya insan pers Serikat Media Siber Indonesia Malang Raya itu berhasil mengangkat “ruang belakang media”, yakni sisi dapur redaksi yang selama ini tidak terlihat oleh masyarakat.

“Sebuah buku yang menarik. Buku yang mengulas perjalanan yang jarang dilihat orang. Buku ini adalah tentang ruang belakang media. Tentang dapur yang tak pernah diendus siapa pun,” tulisnya.

Menurutnya, buku tersebut memperlihatkan semangat pantang menyerah para pengusaha media dalam menjaga idealisme jurnalistik di tengah tekanan bisnis yang tidak mudah.

Mereka tetap berupaya menghadirkan informasi akurat, melakukan verifikasi, serta mempertahankan etika jurnalistik meski harus menghadapi kondisi finansial yang berat.

Ia juga menilai para pelaku media di Malang Raya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui berbagai model bisnis kreatif. Ada media yang fokus pada isu pendidikan, pariwisata, hingga pengembangan event organizer sebagai strategi bertahan hidup di tengah persaingan industri digital.

Komaruddin menegaskan bahwa masa depan media tidak ditentukan oleh besarnya modal atau megahnya kantor redaksi, melainkan oleh tingkat kepercayaan publik dan kemampuan media membangun model bisnis yang sehat.

“Saya percaya bahwa media yang sehat adalah media yang bisa menemukan model bisnis yang sehat pula,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada insan pers Malang Raya yang tetap menjaga semangat idealisme jurnalistik meski berada dalam tekanan ekonomi. Menurutnya, jurnalisme harus tetap menjadi obor demokrasi di tengah derasnya arus perubahan teknologi dan informasi.

Sebagai Ketua Dewan Pers, Komaruddin mengaku buku tersebut memperkaya pemahamannya mengenai kompleksitas bisnis pers, tantangan industri media, sekaligus peluang yang masih bisa dikembangkan di masa depan.

Ia bahkan berharap akan lahir buku-buku serupa dari berbagai daerah lain di Indonesia sebagai dokumentasi perjuangan media lokal menghadapi era digital yang semakin kompetitif.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.