Ribuan Warga Padati Karnaval Merti Desa Tulungrejo, Tradisi Seabad Menggema di Kota Batu

oleh -54 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Batu – Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, membuktikan bahwa tradisi leluhur tetap hidup dan menjadi perekat kebersamaan.

Hal itu terlihat dalam perayaan Karnaval Budaya Merti Desa yang berlangsung meriah pada Rabu (5/8/2026), sekaligus menandai satu abad penyelenggaraan Selamatan Desa Tulungrejo dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

banner 336x280

Sejak pagi, ribuan warga memadati sepanjang jalur karnaval. Mereka rela berdiri berjam-jam untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai elemen masyarakat.

Sorak penonton dan iringan musik tradisional berpadu menciptakan suasana semarak yang menghidupkan denyut budaya di kawasan lereng Gunung Arjuno.

Sebanyak 37 kontingen ambil bagian dalam karnaval. Peserta berasal dari lima dusun di Desa Tulungrejo, yakni Wonorejo, Junggo, Gerdu, Gondang, dan Kekep, serta melibatkan PKK, Karang Taruna, lembaga pendidikan, hingga anak-anak taman kanak-kanak. Masing-masing menghadirkan kreativitas melalui kostum etnik, kesenian tradisional, dan replika budaya Nusantara.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengatakan Merti Desa bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang memiliki makna spiritual, sosial, dan historis bagi masyarakat.

“Kami ingin tradisi ini tetap hidup sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur. Budaya harus terus diwariskan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.

Mengusung tema “Luhuring Rasa Wilasitaning Gusti”, peringatan seabad Merti Desa menjadi refleksi penting tentang nilai syukur, gotong royong, serta kepedulian menjaga warisan budaya sebagai identitas masyarakat Tulungrejo.

Di tengah parade, perhatian ribuan pengunjung tertuju pada penampilan kontingen RW 03 yang menghadirkan Anggota Komisi A DPRD Kota Batu dari Fraksi PDI Perjuangan, Khamim Tohari. Mengenakan kostum Patih Majapahit, ia tampil mencolok dengan busana bernuansa kerajaan yang merepresentasikan kejayaan Nusantara.

Bagi Khamim, kehadirannya bukan sekadar menjadi bagian dari kemeriahan karnaval. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa sejarah dan budaya harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, siapa lagi? Tradisi seperti Merti Desa adalah ruang untuk mengenalkan sejarah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur,” katanya.

Menurutnya, sosok Patih Majapahit yang diperankannya melambangkan pengabdian, kepemimpinan, serta tanggung jawab menjaga kejayaan bangsa. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat saat ini.

Di balik kemeriahan budaya, penyelenggaraan Merti Desa juga membawa berkah ekonomi. Kawasan sekitar lokasi dipenuhi pelaku UMKM dan pedagang lokal yang memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung. Kuliner khas, minuman, hingga produk kerajinan menjadi incaran masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.

Perayaan seabad Merti Desa Tulungrejo menjadi penanda bahwa tradisi tidak sekadar dikenang, tetapi terus dirawat dan dikembangkan. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, warisan budaya itu diharapkan tetap menjadi identitas yang menguatkan kebersamaan sekaligus memperkaya daya tarik budaya Kota Batu di masa mendatang. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.