Modangan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru Malang Selatan, Bakorwil Dorong Percepatan Infrastruktur

oleh -99 Dilihat
oleh
Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar
banner 468x60

Kabarkarya.com | Malang — Kawasan Modangan di Kabupaten Malang mulai dibidik sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru di Malang Selatan.

Konektivitas jalan, pariwisata, UMKM hingga ekonomi pesisir didorong terintegrasi agar potensi kawasan tidak berhenti sebagai destinasi wisata.

banner 336x280

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Kawasan Modangan dan Jalan Pendukung yang digelar Bakorwil III Malang, Selasa (29/9/2026).

Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar mengatakan, kekuatan utama Modangan berada pada posisinya yang terhubung dengan koridor Gondanglegi–Balekambang, Jalur Lintas Selatan (JLS), Pantai Modangan hingga Bukit Waung.

“Pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung harus kita lihat sebagai bagian dari sistem kawasan, bukan sebagai proyek yang berdiri sendiri,” tegas Asep.

Dalam rakor tersebut, tiga koridor menjadi perhatian utama, yakni Gondanglegi–Balekambang, JLS Balekambang–Modangan, serta akses Pantai Modangan–Bukit Waung.

Penguatan infrastruktur juga mencakup drainase, titik rawan longsor, penerangan jalan, rambu, parkir, sanitasi, air bersih hingga jalur evakuasi bencana.

Asep menegaskan, pembangunan konektivitas harus menghasilkan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Jalan yang semakin baik harus membuka akses, memperlancar mobilitas, memperkuat pariwisata, mendorong UMKM dan pada akhirnya meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan Modangan telah tercantum dalam sejumlah dokumen perencanaan daerah sebagai bagian dari pengembangan ekonomi pesisir, sport tourism, wisata bahari dan konektivitas JLS.

Kawasan tersebut juga masuk dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019 sebagai salah satu kawasan prioritas pengembangan Lintas Selatan Jawa Timur.

Dinas PU Bina Marga Jatim dalam rakor turut memaparkan sejumlah rencana penanganan jalan di wilayah Malang, termasuk pelebaran

Talok–Druju–Sendang Biru sepanjang 7 kilometer dengan pagu Rp36,321 miliar.
Bakorwil menegaskan rakor tersebut harus berujung pada langkah konkret, bukan sekadar inventarisasi persoalan.

“Kita petakan masalahnya, kita jelaskan kewenangannya, kita selaraskan programnya, kemudian kita sepakati apa yang bisa dikerjakan dalam jangka pendek dan apa yang membutuhkan perencanaan serta penganggaran lebih lanjut,” kata Asep.

Bakorwil Malang akan terus memfasilitasi koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan kawasan.

Target akhirnya jelas: membuka akses, menghubungkan potensi dan menjadikan Modangan sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi Malang Selatan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.