Kabarkarya.com | Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Muhamad Mardiono meminta seluruh anggota Fraksi PPP di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota memperkuat kapasitas dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Pesan tersebut disampaikan Mardiono saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota DPRD Fraksi PPP se-Jawa Timur di Hotel Senyum, Kota Batu, Jumat (31/7/2026) malam.
Menurutnya, dinamika geopolitik dunia, konflik di sejumlah kawasan, hingga ancaman krisis pangan dan perubahan iklim harus menjadi perhatian serius para wakil rakyat dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Situasi dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Kondisi tersebut akan berdampak kepada setiap negara, termasuk Indonesia. Karena itu, anggota DPRD harus mampu menyusun kebijakan yang memberikan perlindungan kepada rakyat dari berbagai risiko yang muncul akibat gejolak global,” ujar Mardiono.
Ia juga mengingatkan ancaman musim El Nino yang diperkirakan berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan pasokan pangan. Menurutnya, DPRD harus aktif memastikan regulasi dan kebijakan daerah mampu mengantisipasi persoalan tersebut sejak dini.
“Bukan hanya perang yang harus kita waspadai, tetapi juga ancaman terhadap ketahanan pangan dan ketersediaan air. Ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah bersama DPRD,” katanya.
Mardiono menegaskan, pelaksanaan Bimtek bukan sekadar memperkuat pemahaman teknis para legislator, melainkan menyamakan arah kebijakan politik Fraksi PPP agar tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menekankan bahwa keselarasan dengan kebijakan pemerintah bukan berarti memberikan dukungan tanpa kritik. Sebaliknya, fungsi pengawasan DPRD harus dijalankan secara objektif dengan ukuran utama kepentingan rakyat.
“Sejalan dengan pemerintah bukan berarti mengikuti begitu saja. Kontrol harus dilakukan secara konstruktif dan berpihak kepada kebutuhan rakyat. Jangan asal mendukung, tetapi juga jangan asal mengkritik. Semua harus berdasarkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ketua Umum PPP itu juga menegaskan bahwa orientasi politik partainya tidak hanya sebatas agenda kekuasaan, tetapi harus diwujudkan dalam politik kebangsaan dan politik keumatan melalui program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menanggapi kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dijalankan pemerintah, Mardiono mengajak seluruh elemen bangsa menjadikannya sebagai momentum melakukan perubahan dan meningkatkan daya saing nasional.
Ia mencontohkan pesatnya kemajuan Tiongkok dalam kurun waktu sekitar 25 tahun terakhir. Menurutnya, negara tersebut mampu bertransformasi dari berbagai keterbatasan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan teknologi dunia karena memiliki komitmen kuat untuk berubah.
“Kita harus berani berubah. Dunia sedang menghadapi tantangan besar dan Indonesia harus mampu menyesuaikan diri. Program efisiensi harus dipahami sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tahan bangsa agar lebih siap menghadapi kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian,” pungkas Mardiono. (DD)










