kabarkarya.com | Malang – Bakorwil III Malang menggagas Malangopi Fest 2026 untuk mendorong kopi lokal menjadi penggerak ekonomi kawasan, bukan sekadar komoditas perkebunan.
Festival ini diarahkan untuk mempertemukan petani, pelaku industri, UMKM, kedai kopi, dan jaringan pemasaran guna memperkuat rantai pasok, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, mengatakan Malang memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri kopi yang lebih berdaya saing melalui kolaborasi lintas sektor.
“Malang punya akar, potensi, dan sejarah yang sangat kuat sebagai pusat penghasil kopi dan kakao tingkat dunia. Semangat ini yang hendak kita munculkan kembali melalui gelaran Malangopi Fest 2026,” ujar Asep saat berdiskusi dengan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, di Kantor Bakorwil III Malang, Jumat (16/10/2026).
Peluang ekonomi tersebut ditopang sentra kopi Kabupaten Malang, seperti Dampit, Tirtoyudo, Ampelgading, dan Sumbermanjing Wetan. Permintaan ekspor kopi Kabupaten Malang pernah dilaporkan mencapai 45.000 ton, sementara pasokan lokal saat itu sekitar 15.000 ton.
Kesenjangan ini menunjukkan pentingnya memperkuat kapasitas produksi dan rantai pasok agar peluang pasar dapat dimanfaatkan lebih optimal.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menekankan bahwa pengembangan kopi membutuhkan program inovatif dan kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan usaha sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kopi dari Malang sudah diakui dunia. Namun, kita masih sangat membutuhkan program kerja inovatif dan kolaboratif untuk membangun keseluruhan ekosistemnya, agar bisa lebih menjamin keberlanjutan dan keunggulannya,” ujarnya.
Malangopi Fest 2026 dirancang menjadi ruang temu antara potensi produksi dan peluang bisnis. Penguatan pengolahan, inovasi produk, identitas kopi lokal, serta jejaring pemasaran diharapkan dapat meningkatkan nilai jual kopi dan memperluas kesempatan usaha bagi petani, UMKM, serta pelaku industri kreatif.
Ketua Pelaksana Malangopi Fest 2026, Aditya Candra, mengatakan kegiatan ini ditargetkan menjadi agenda tahunan dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan.
Malangopi Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 17–19 November 2026 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, melalui kolaborasi Bakorwil Malang, Wondo Kopie, TosanAji.id, serta komunitas kopi dan kebudayaan. (dunk)










