Maklumat Tambakberas 2026 Jadi Seruan LESBUMI NU untuk Perkuat Keulamaan dan Kebudayaan

oleh -66 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Jombang – Muktamar Kebudayaan Indonesia I yang digelar LESBUMI NU di Jombang pada 12–14 Juni 2026 menghasilkan Maklumat Tambakberas yang berisi sejumlah rekomendasi strategis terkait kehidupan berbangsa, peran Nahdlatul Ulama (NU), perkembangan teknologi, hingga isu lingkungan hidup.

Dalam maklumat tersebut, LESBUMI NU menilai Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari krisis kedaulatan, ekologi, ekonomi, generasi, pengetahuan, kepemimpinan, hingga keulamaan.

banner 336x280

Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan semakin jauhnya kehidupan berbangsa dari nilai-nilai dasar yang melandasi berdirinya Republik Indonesia serta tradisi keulamaan dan kebudayaan Nusantara.

Muktamar mengusung tema “Kembali ke Akar” yang dimaknai sebagai upaya mengaktualisasikan kembali nilai-nilai dasar bangsa untuk menjawab tantangan zaman.

LESBUMI NU merekomendasikan lima agenda utama, yakni menghidupkan kembali semangat Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila, mengembalikan jati diri NU sebagai kekuatan moral dan keulamaan, menggelorakan jihad kebudayaan untuk membangun Peradaban Nusantara, merekonstruksi pemikiran Aswaja An-Nahdliyyah dalam menghadapi perkembangan teknologi, serta mengembangkan paradigma ekologi berbasis kebudayaan.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah sikap terhadap pengelolaan sumber daya alam, khususnya terkait penerimaan konsesi tambang oleh PBNU. LESBUMI NU menilai persoalan tersebut perlu dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek keagamaan, ekologis, sosial, budaya, dan kemanusiaan.

Melalui Maklumat Tambakberas, LESBUMI NU mendorong adanya moratorium tindak lanjut penerimaan konsesi tambang hingga tersedia kajian yang menyeluruh, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, konsesi tambang dinilai sebaiknya dikembalikan.

Muktamar juga menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak dapat dibangun semata-mata melalui pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun kekuatan politik.

Indonesia, menurut LESBUMI NU, harus bertumpu pada kebudayaan yang memanusiakan manusia, agama yang mencerahkan, ilmu pengetahuan yang membebaskan, ekonomi yang berkeadilan, serta negara yang tetap berpegang pada cita-cita kemerdekaan.

Atas dasar itu, LESBUMI NU mengajak seluruh warga NU, masyarakat sipil, pesantren, perguruan tinggi, komunitas budaya, dan para pemangku kebijakan untuk menjadikan “Kembali ke Akar” sebagai gerakan kebudayaan nasional guna memperkuat Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, berkeadaban, dan bermartabat.

Berikut nama-nama tim Perumus : M. Jadul Maula, Savic Alielha, Ngatawi Al-Zastrow, Inaya Wulandari Wahid, Sastro Adi, Iip D. Yahya, Ardhi Purboantono, Abi S Nugroho, Ivan Aulia Ahsan, Lien Iffah N. Fina, Zainun Nur Hisyam Tahrus, W. Sanavero, Diaz Nawaksara dan Muhammad Shalahuddin (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.