Kisah Pratu Arifson, Prajurit Yonbekang 2 Kostrad yang Mengincar Panggung PON

oleh -63 Dilihat
oleh
Pratu Arifson Pilo Here berbagi kisah dalam sebuah podcast
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Berawal dari kecintaan terhadap olahraga tinju saat masih duduk di bangku sekolah, Pratu Arifson Pilo Here kini menjelma menjadi salah satu atlet andalan Yonbekang 2 Kostrad.

Di balik setiap kemenangan yang diraihnya, tersimpan kisah tentang kerja keras, kedisiplinan, dan tekad pantang menyerah yang terus ditempa dalam kehidupan militer.

banner 336x280

Kisah inspiratif tersebut dibagikan Arif saat menjadi narasumber podcast “Dedikasi Prajurit dalam Dunia Olahraga Tinju” yang digelar KSK Indonesia di Malang Creative Center (MCC), Minggu (12/7/2026).

Prajurit kelahiran Desa Pedarro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur itu mengungkapkan, dunia tinju telah menjadi bagian dari hidupnya sejak 2017 ketika masih bersekolah di SMK Pelayaran Kupang.

Bergabung dengan Yonbekang 2 Kostrad pada 2022 menjadi titik penting dalam kariernya karena bakat yang dimiliki mendapat pembinaan hingga mampu bersaing di berbagai kejuaraan.

Bagi Arif, tinju bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik. Lebih dari itu, olahraga tersebut mengajarkan keberanian, ketangguhan mental, dan kemampuan bangkit setelah mengalami kegagalan.

“Tinju membentuk mental baja. Nilai itu juga yang dibutuhkan seorang prajurit dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Perjalanan menuju prestasi, kata Arif, tidak selalu dihiasi kemenangan. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah ketika harus menelan kekalahan di sebuah kejuaraan di kampung halamannya.

Kekalahan di depan keluarga besar menjadi pukulan berat, namun justru mengubah cara pandangnya terhadap arti sebuah perjuangan.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, ia memilih menjadikan momen tersebut sebagai cambuk untuk berlatih lebih keras dan meningkatkan kemampuan hingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Semangat itu akhirnya membuahkan hasil. Sepanjang 2022 hingga 2024, Arif berhasil mengoleksi sejumlah gelar juara pada berbagai kejuaraan tinju di Jawa Timur.

Prestasi tersebut mengantarkannya mengikuti seleksi Pra-PON 2024 dan membuka peluang untuk menembus panggung olahraga nasional.

Meski menyandang status sebagai prajurit aktif, Arif memastikan tanggung jawab kedinasan tetap menjadi prioritas.

Menurutnya, disiplin yang diterapkan di lingkungan militer justru menjadi kunci dalam mengatur waktu antara latihan dan tugas negara.

“Puji Tuhan, saya bisa menjalankan keduanya dengan baik. Tugas tetap berjalan, latihan juga terus dilakukan secara maksimal,” katanya.

Arif juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, pelatih, rekan-rekan satuan, serta Yonbekang 2 Kostrad yang terus memberikan dukungan dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.

Kini, ia tengah mempersiapkan diri menghadapi agenda kompetisi berikutnya dengan target tampil maksimal pada Porprov Jawa Tengah sebagai langkah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menutup podcast, Arif menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar impian. Menurutnya, kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar.

Saat diminta menggambarkan makna dedikasi seorang prajurit di dunia tinju, Arif menjawab singkat namun tegas, “Disiplin, militan, dan juara.”

Podcast yang digelar KSK Indonesia tersebut turut mendapat dukungan dari Malang Creative Center (MCC), MZK Institute, SMSI Malang Raya, serta sejumlah media online yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan. (DD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.