Kasus Viral Outlet Minuman Masuk Babak Baru, Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan hingga Pengeroyokan

oleh -6 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Polresta Malang Kota mengusut secara menyeluruh dugaan rangkaian tindak kekerasan yang terjadi di kantor outlet minuman Nescafe, Jalan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Penyidik tidak hanya mendalami dugaan pengeroyokan yang terjadi pada Kamis (25/6/2026) dini hari, tetapi juga menelusuri dugaan penganiayaan yang diduga menjadi pemicu insiden tersebut.

banner 336x280

Kasus yang menyita perhatian publik setelah viral di media sosial itu kini ditangani secara intensif oleh Unit Reskrim Polsek Sukun.

Sejumlah saksi telah diperiksa, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan, dan berbagai barang bukti diamankan untuk mengungkap kronologi secara utuh.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, menegaskan penyidik tidak akan berhenti pada satu peristiwa, melainkan menelusuri seluruh rangkaian kejadian sejak awal.

“Proses penyelidikan masih berjalan. Penyidik sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Seluruh fakta akan didalami untuk memastikan penanganan perkara dilakukan secara objektif,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, persoalan bermula dari audit internal perusahaan terhadap dugaan selisih uang hasil penjualan sebesar Rp600 ribu di salah satu outlet wilayah Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Empat karyawan, yakni BL, DV, NF, dan MC, dipanggil supervisor berinisial MK untuk dimintai klarifikasi.

Dalam proses tersebut, BL dan DV diduga mengalami tindakan kekerasan serta mendapat tekanan untuk mengakui dugaan penggelapan uang. Selain itu, telepon genggam milik BL, DV, dan NF juga diamankan.

Beberapa jam kemudian, BL kembali mendatangi kantor bersama tujuh anggota keluarganya dengan tujuan meminta pertanggungjawaban atas dugaan penganiayaan yang dialaminya.

Situasi yang semula dimaksudkan untuk meminta penjelasan justru berubah menjadi keributan dan berujung dugaan pengeroyokan terhadap sejumlah orang di lokasi.

Penyidik menduga aksi pengeroyokan dilakukan oleh BL bersama tujuh orang lainnya. Namun, kepolisian menegaskan dugaan tersebut masih terus diuji melalui pemeriksaan saksi, alat bukti, dan hasil penyelidikan sehingga seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai fakta hukum.

Akibat insiden tersebut, enam orang dilaporkan menjadi korban. Dua korban mengalami luka berat, telah menjalani visum, dan secara resmi melaporkan kejadian itu kepada kepolisian.

Polresta Malang Kota memastikan tidak akan mengabaikan dugaan tindak pidana yang terjadi sebelum bentrokan berlangsung. Seluruh laporan yang masuk akan diproses secara profesional, transparan, dan berimbang agar tidak ada pihak yang luput dari proses hukum.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggiring opini ataupun mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa saksi tambahan, dan mendalami seluruh rangkaian peristiwa guna mengungkap fakta hukum secara lengkap.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.