Hendi Suryo Leksono: Purnabhakti Bukan Akhir Pengabdian, Tetapi Momentum Membangun Nilai Ekonomi Baru

oleh -54 Dilihat
oleh
Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang, Hendi Suryo Leksono
banner 468x60

Kabarkarya.com | Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menegaskan bahwa para pejabat yang memasuki masa purnabhakti sejatinya menyimpan modal besar untuk terus berkontribusi bagi bangsa.

Pengalaman panjang, kapasitas kepemimpinan, integritas, hingga jejaring yang dimiliki merupakan aset yang dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi melalui kewirausahaan.

banner 336x280

Pandangan tersebut disampaikan Hendi saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Persiapan Purnabhakti Kelas Eksekutif Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BDK) Malang, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan RI, pada Rabu (29/7/2026)

Menurut Hendi, paradigma mengenai pensiun sudah saatnya berubah. Masa purnabhakti bukan lagi dimaknai sebagai berakhirnya aktivitas produktif, melainkan fase baru untuk melahirkan inovasi, membangun usaha, dan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Pengalaman yang dimiliki para pejabat tidak berhenti ketika masa tugas selesai. Justru pengalaman itu merupakan modal yang sangat berharga untuk membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus menjadi mentor bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Hendi mengangkat industri kopi Indonesia sebagai contoh sektor yang menawarkan peluang besar bagi para calon purnabhakti. Menurutnya, kekuatan industri kopi tidak hanya terletak pada hasil panen, tetapi pada kemampuan mengembangkan seluruh rantai nilai, mulai dari budidaya, pengolahan, distribusi, pemasaran, hingga penguatan merek.

“Ketika nilai tambah dibangun dari hulu hingga hilir, manfaat ekonomi yang dihasilkan akan jauh lebih besar. Itulah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh siapa pun yang ingin tetap berkarya setelah purnabhakti,” katanya.

Ia menilai, keberhasilan membangun usaha tidak semata ditentukan oleh usia, tetapi oleh kemampuan membaca peluang, membangun kolaborasi, dan terus belajar menghadapi perubahan.

Karena itu, Hendi mengapresiasi langkah BDK Malang yang menghadirkan dunia usaha sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi para pejabat Kementerian Keuangan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi cara efektif untuk memperluas wawasan sekaligus membuka perspektif baru mengenai kehidupan setelah pensiun.

“Program seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mempersiapkan aparatur menyelesaikan masa tugasnya, tetapi juga menyiapkan mereka agar tetap produktif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pelatihan, peserta mengikuti observasi ke sejumlah unit usaha, di antaranya Vosco Coffee, sentra industri Pondok Modern Kabupaten Malang bersama Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, serta Grup J99. Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai strategi membangun bisnis yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.

Sementara itu, Kepala BDK Malang, Iqbal Soenardi, mengatakan kolaborasi dengan HIPMI Kota Malang menjadi bagian dari komitmen BDK untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif melalui pengalaman para pelaku usaha.

Melalui sinergi tersebut, BDK Malang berharap para peserta tidak hanya siap memasuki masa purnabhakti dari sisi mental, kesehatan, dan perencanaan keuangan, tetapi juga memiliki keberanian untuk membuka peluang usaha dan terus berkarya setelah menuntaskan pengabdiannya sebagai aparatur negara.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.