Hendi Suryo Leksono Ingin Gekrafs Jadi Jembatan Karya Kreatif dan Peluang Bisnis di Malang

oleh -54 Dilihat
oleh
Sekretaris DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Malang, Hendi Suryo Leksono menerima SK Kepung urusan Gekrafs Kota Malang
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Banyaknya anak muda kreatif di Kota Malang belum cukup jika karya mereka belum mampu membuka peluang ekonomi.

Tantangan inilah yang ingin dijawab Sekretaris DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, melalui kolaborasi dengan kalangan pengusaha.

banner 336x280

Usai pelantikan pengurus DPC Gekrafs Kota Malang, Kamis (15/10/2026), Hendi menegaskan pentingnya memperluas ruang bagi pekerja kreatif independen atau freelancer agar tidak hanya menjadi penghasil karya, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum HIPMI Kota Malang itu melihat masih banyak pelaku kreatif yang membutuhkan wadah untuk berkembang.

Mereka berasal dari berbagai bidang, mulai dari fotografi hingga profesi kreatif lain yang tidak selalu terikat pada perusahaan atau memiliki usaha formal.

Menurut Hendi, karakter pelaku ekonomi kreatif yang beragam membutuhkan pendekatan berbeda. Jika HIPMI berfokus pada pengusaha muda dengan persyaratan keanggotaan tertentu, Gekrafs berpotensi menjangkau kalangan kreatif yang lebih luas.

“Pelaku ekonomi kreatif yang menggerakkan perekonomian kita sangat beragam, termasuk pekerja kreatif independen. Mereka juga perlu dirangkul, diberi ruang untuk berkembang, dan ditingkatkan taraf ekonominya,” ujar Hendi.

Baginya, persoalan utama bukan semata-mata bagaimana melahirkan lebih banyak orang kreatif, melainkan bagaimana karya mereka memiliki nilai ekonomi dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Di titik inilah Hendi melihat hubungan Gekrafs dan HIPMI bisa saling melengkapi. Gekrafs dapat memperkuat jejaring sekaligus menghimpun potensi para pekerja kreatif, sedangkan HIPMI memiliki jaringan pengusaha yang berpeluang menjadi pengguna jasa, mitra, maupun pembuka akses pasar bagi karya mereka.

“Para pengusaha di HIPMI bisa membuka peluang agar karya-karya pelaku ekonomi kreatif dimanfaatkan dan memiliki akses pasar. Jadi, potensi kreatif yang ada bisa terhubung dengan kebutuhan dunia usaha,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pekerja kreatif tidak hanya berkutat pada produksi karya, tetapi juga memiliki kesempatan membangun usaha, memperluas jaringan, dan meningkatkan pendapatan.

Gagasan itu sejalan dengan dorongan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat agar potensi anak muda, mahasiswa, komunitas, dan pelaku usaha kreatif mendapat ruang untuk tumbuh.

Wahyu menilai Kota Malang memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Potensi tersebut perlu diarahkan menjadi karya berkualitas, usaha yang berkelanjutan, serta sumber lapangan kerja baru.

“Potensi ekonomi kreatif Kota Malang sangat besar. Kita punya anak-anak muda dan mahasiswa dengan berbagai kreativitas. Ini harus kita dorong agar menghasilkan karya berkualitas, mengembangkan usaha kreatif, dan membuka lapangan kerja,” ujar Wahyu.

Pemerintah Kota Malang juga mendorong pemanfaatan Malang Creative Center (MCC) sebagai ruang pengembangan ide, kolaborasi komunitas, dan penguatan berbagai subsektor, mulai dari fesyen, film, gim, hingga musik.

Menurut Wahyu, predikat Kota Kreatif Dunia dari UNESCO harus dibuktikan melalui perkembangan nyata ekosistem kreatif, bukan sekadar menjadi kebanggaan.

“Predikat Kota Kreatif Dunia yang ditetapkan UNESCO harus kita buktikan dengan semakin banyaknya karya berkualitas, tumbuhnya usaha kreatif, dan terbukanya lapangan kerja,” katanya (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.