Grand Mercure Malang Mirama Bangun Pelayanan Ramah Disabilitas, Karyawan Dilatih Bahasa Isyarat

oleh -54 Dilihat
oleh
Grand Mercure Malang Mirama menggandeng Yayasan Omah Gembira menggelar “Indahnya Bincang Isyarat”
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Komitmen menciptakan layanan perhotelan yang inklusif terus diperkuat Grand Mercure Malang Mirama.

Tak sekadar menyediakan fasilitas, hotel tersebut mulai memperkuat kemampuan komunikasi para karyawannya agar pelayanan kepada penyandang disabilitas benar-benar tanpa hambatan.

banner 336x280

Momentum Hari Bahasa Isyarat Internasional yang diperingati setiap 23 September menjadi kesempatan Grand Mercure Malang Mirama menggandeng Yayasan Omah Gembira menggelar “Indahnya Bincang Isyarat”.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk talkshow mengenai hak kerja teman tuli dan pelayanan ramah disabilitas, dilanjutkan kelas bahasa isyarat yang diberikan secara gratis bagi para heartists Grand Mercure Malang Mirama maupun masyarakat umum.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya pelayanan yang lebih inklusif. Para peserta tidak hanya dikenalkan dengan dasar-dasar bahasa isyarat, tetapi juga diajak memahami etika berinteraksi dengan teman tuli.

Bagi industri hospitality, kemampuan tersebut dinilai penting. Sebab, kualitas pelayanan bukan hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga bagaimana setiap tamu dapat berkomunikasi dan memperoleh pelayanan secara setara.

“Sebagai hotel yang berkomitmen menerapkan prinsip ramah disabilitas, kami percaya bahwa pelayanan terbaik berasal dari pemahaman dan kesetaraan. Melalui kolaborasi dengan Omah Gembira ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh heartists kami siap memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh tamu tanpa terkecuali,” ujar Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama.

Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan penyandang disabilitas perlu menjadi bagian dari budaya pelayanan sehari-hari, sehingga keramahan tidak berhenti pada slogan, tetapi hadir dalam setiap interaksi dengan tamu.

Ketua Yayasan Omah Gembira Riza Agung mengatakan, inklusivitas juga membutuhkan perubahan cara pandang dan kemampuan berkomunikasi.

“Inklusivitas bukan sekadar menyediakan fasilitas fisik, tetapi bagaimana kita mampu berkomunikasi dan membangun empati tanpa hambatan. Kolaborasi bersama Grand Mercure Malang Mirama ini bukan yang pertama kali sehingga menjadi langkah nyata dalam membuka ruang kesetaraan,” katanya.

Riza berharap kelas bahasa isyarat tersebut dapat menjadi bekal praktis bagi peserta ketika berinteraksi dengan teman tuli di ruang publik maupun lingkungan kerja.

“Melalui kelas bahasa isyarat ini, kami berharap para peserta tidak hanya mahir berkomunikasi non-verbal, tetapi juga siap menyambut teman tuli dengan hangat, ramah, dan penuh penghormatan,” imbuhnya.

Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk mendorong semakin banyak fasilitas publik dan akomodasi di Kota Malang yang memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

Grand Mercure Malang Mirama berharap kolaborasi bersama Omah Gembira dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pariwisata dan perhotelan yang semakin terbuka bagi semua kalangan.

Dengan pendekatan tersebut, semangat inklusivitas tidak hanya diwujudkan melalui fasilitas, tetapi juga melalui manusia yang siap berkomunikasi, memahami, dan memberikan pelayanan secara setara. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.