Festival Mbois 11 “Malang Menyala”, Kolaborasi Lintas Sektor Siap Guncang Kota Malang

oleh -53 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, Festival Mbois hadir dengan wajah baru. Mengusung tema “Malang Menyala”, festival ini tak hanya menjadi ruang perayaan karya kreatif, tetapi juga menjadi simbol bangkitnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang.

Festival yang akan digelar pada 21–23 Agustus 2026 itu untuk pertama kalinya dipusatkan di Stadion Gajayana. Pemilihan stadion legendaris tersebut bertepatan dengan momentum usianya yang genap 100 tahun, sekaligus menegaskan tekad menjadikan warisan sejarah sebagai penggerak ekonomi kreatif masa depan.

banner 336x280

Tema “Malang Menyala” diangkat sebagai representasi semangat masyarakat Kota Malang dalam menyalakan kreativitas, inovasi, serta kolaborasi. Melalui tema tersebut, Festival Mbois 11 diharapkan mampu menghadirkan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi Malang sebagai salah satu kota kreatif terdepan di Indonesia.

Dalam kegiatan Maklumat Media di Malang Creative Center, Selasa (21/7/2026) malam, Koordinator Malang Creative Fusion (MCF) sekaligus Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Vicky Arief Herinadhrama, mengatakan Festival Mbois terus berkembang dari tahun ke tahun.

Perjalanan festival dimulai dari Alun-Alun Kota Malang, berlanjut ke kawasan Kayutangan Heritage, hingga empat tahun terakhir digelar di Malang Creative Center (MCC).

“Tahun ini kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Festival Mbois bukan hanya menghadirkan panggung kreativitas, tetapi juga membangun kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Vicky.

Ia menjelaskan, Festival Mbois 11 akan memperkuat konsep kolaborasi hexahelix dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, serta lembaga keuangan dalam satu gerakan bersama membangun ekonomi kreatif.

Menurut Vicky, keputusan memilih Stadion Gajayana lahir setelah MCF melakukan kajian terhadap berbagai aset bersejarah di Kota Malang, termasuk berdiskusi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Hasilnya, Stadion Gajayana dinilai memiliki nilai historis sekaligus potensi besar sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif berbasis olahraga.

“Stadion Gajayana merupakan stadion tertua di Indonesia yang masih digunakan hingga sekarang. Momentum satu abad ini menjadi kesempatan emas untuk menghadirkan kolaborasi antara olahraga, ekonomi kreatif, koperasi, dan gerakan kepemudaan dalam satu panggung besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut Festival Mbois 11 mendapat dukungan kuat dari berbagai kementerian karena dinilai mampu menjadi ruang implementasi program lintas sektor.

“Festival ini akan didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, hingga Staf Khusus Presiden. Ini menunjukkan Festival Mbois bukan hanya agenda daerah, tetapi mulai dipandang sebagai bagian dari gerakan nasional pengembangan ekonomi kreatif,” ungkap Baihaqi.

Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Mbois 11 akan menghadirkan seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif, melibatkan komunitas, pelaku UMKM, pegiat seni, hingga berbagai organisasi kepemudaan dalam rangkaian kegiatan yang mengusung semangat “Malang Menyala”.

Baihaqi optimistis Stadion Gajayana siap menjadi tuan rumah festival tersebut. Berbekal pengalaman menyelenggarakan berbagai agenda berskala nasional, pihaknya yakin Festival Mbois 11 akan menjadi salah satu agenda paling berpengaruh dalam perjalanan ekonomi kreatif Kota Malang.

“Harapan kami, semangat ‘Malang Menyala’ benar-benar menjadi energi bersama untuk melahirkan kreativitas, memperkuat kolaborasi, dan memberikan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (DD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.