Empat Tahun Kanjuruhan, Doa Tak Putus dan Pesan Kebersamaan Menguat

oleh -21 Dilihat
oleh
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S., doa bersama dan santunan anak yatim yang digelar Aremania Curvasud
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Empat tahun setelah Tragedi Kanjuruhan, masyarakat Malang Raya kembali berhimpun dalam doa. Bukan sekadar mengenang, tetapi juga merawat kepedulian dan kebersamaan agar luka yang ditinggalkan tragedi tidak memutus tali persaudaraan.

Pesan itu mengemuka dalam doa bersama dan santunan anak yatim yang digelar Aremania Curvasud di depan Basecamp Curvasud, Jalan Patimura, Kelurahan Klojen, Kota Malang, Rabu (30/9/2026) malam.

banner 336x280

Sekitar 100 orang mengikuti kegiatan tersebut. Unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, komunitas Aremania hingga warga berkumpul dalam satu rangkaian doa menjelang tepat empat tahun Tragedi Kanjuruhan.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S., Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Dedy Azis serta jajaran Pemkot dan Polresta Malang Kota turut hadir.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat. Sholawatan, pembacaan Yasin dan tahlil, ayat suci Al-Qur’an, tausiyah hingga doa bersama menjadi bagian dari rangkaian acara. Kegiatan kemudian ditutup dengan santunan anak yatim.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S. mengatakan, doa menjadi bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus penguatan bagi keluarga yang masih merasakan kehilangan.

“Mari kita doakan para almarhum dan almarhumah. Semoga amal ibadahnya diterima, dosa-dosanya diampuni, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Danang.

Namun, menurut Danang, kepedulian tidak boleh berhenti pada momentum peringatan. Semangat saling menjaga harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak masyarakat Malang Raya untuk menjaga lingkungan, kepedulian sosial dan kebersamaan.

“Mari kita peduli terhadap lingkungan dan sekitar. Ini milik kita bersama, mari kita jaga dan rawat agar ke depan menjadi lebih baik,” tegasnya.

Danang menyebut, setiap peristiwa besar meninggalkan luka. Karena itu, masyarakat perlu terus saling menguatkan sembari menatap masa depan.

“Setiap peristiwa pasti menyisakan luka. Yang penting, kita terus saling menyemangati karena hidup terus berjalan dan bersama-sama mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga menilai empat tahun Tragedi Kanjuruhan bukan waktu yang singkat. Duka, khususnya bagi keluarga korban, masih menjadi bagian dari perjalanan yang harus dihormati.

Doa bersama tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap para korban.

Peringatan tidak berhenti pada doa. Pada Kamis (1/10/2026), Curvasud melanjutkannya dengan kegiatan sosial berupa khitanan massal untuk 63 peserta, pengobatan gratis serta pentas musik.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kebersamaan masyarakat Malang Raya. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.