Dua Hari Berturut-turut Pantau TPA Supit Urang, Kapolresta Malang Kota Perkuat Penanganan Bara Api

oleh -115 Dilihat
oleh
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS kembali turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Kobaran api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, mulai berkurang. Namun, perjuangan memadamkan kebakaran belum usai.

Memasuki hari kelima penanganan, Minggu (25/10/2026), bara api yang tersembunyi di dalam tumpukan sampah masih menjadi ancaman yang harus diantisipasi agar tidak kembali memicu kebakaran.

banner 336x280

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS kembali turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, dan pengendalian titik panas berjalan optimal.

Peninjauan selama dua hari berturut-turut ini sekaligus memperkuat koordinasi antara Polresta Malang Kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, serta petugas yang berjibaku di lapangan.

Usai melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja Katolik Ratu Rosari, Danang langsung menuju TPA Supit Urang bersama Kepala BPBD Kota Malang untuk melihat perkembangan penanganan sekaligus memastikan langkah-langkah pengendalian kebakaran terus berjalan sesuai kondisi terkini.

Di lokasi, petugas gabungan terus bekerja melakukan pembasahan secara intensif pada area yang terindikasi menyimpan bara.

Penyemprotan air dilakukan untuk menembus bagian dalam tumpukan sampah, sementara alat berat berupa ekskavator dikerahkan untuk membantu menimbun area tertentu dengan tanah guna menekan risiko api kembali menyala.

BPBD dan petugas lapangan menjadi garda terdepan dalam upaya pengendalian kebakaran. Melalui pemantauan titik panas, penyemprotan air secara berkelanjutan, serta pengerahan alat berat, setiap area yang masih menyimpan potensi bara terus ditangani.

Koordinasi lintas unsur juga diperlukan agar proses pembasahan dapat menjangkau area yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Danang menegaskan, berkurangnya api yang terlihat di permukaan tidak serta-merta menandakan kebakaran telah sepenuhnya padam. Bara api atau deep fire dapat bertahan di bagian dalam tumpukan sampah dan berpotensi kembali menyala apabila tidak ditangani secara menyeluruh.

“Pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh. Semprotan air bertekanan tinggi diupayakan menembus hingga kedalaman tumpukan sampah agar bara api yang tersembunyi benar-benar dapat dipadamkan,” tegas Danang.

Karena itu, pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan bersama BPBD dan petugas terkait. Perkembangan titik panas, kondisi area kebakaran, hingga arah pergerakan angin menjadi perhatian untuk mendukung langkah penanganan. Saat peninjauan, angin terpantau bergerak ke arah barat dan utara Kota Malang.

Selain memastikan upaya teknis berjalan, peninjauan langsung tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan dan penguatan koordinasi antarpihak.

Sinergi kepolisian, BPBD, dan petugas di lapangan diperlukan agar pembasahan, penimbunan tanah, serta pemantauan titik panas dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Memasuki hari kelima penanganan, pekerjaan petugas belum berhenti meskipun kobaran api mulai berkurang.

Pengendalian bara tersembunyi tetap menjadi prioritas untuk mencegah kebakaran susulan, mengurangi potensi dampak terhadap lingkungan, serta menjaga keselamatan masyarakat di sekitar TPA Supit Urang.

Upaya penanganan akan terus difokuskan pada area yang masih menyimpan panas hingga potensi penyalaan kembali dapat ditekan.

Kolaborasi antara Polresta Malang Kota, BPBD, dan seluruh petugas terkait menjadi kunci agar penanganan kebakaran berlangsung terarah, berkelanjutan, dan mengutamakan keselamatan. (red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.