d’Kross Mundur dari Festival Mbois 11, Polemik Mural “Malang The Glory Land” Makin Memanas

oleh -141 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Polemik penimpaan mural “Malang The Glory Land” memasuki babak baru. Band asal Malang, d’Kross, menyatakan sikap tegas dengan mengundurkan diri dan tidak tampil dalam rangkaian Festival Mbois 11.

Sikap tersebut disampaikan Road Manager d’Kross, Rahmat Mashudi Prayoga melalui pernyataan resmi yang beredar di media sosial. Mereka menyebut keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap karya, identitas, sejarah, serta rasa memiliki yang melekat pada mural “Malang The Glory Land”.

banner 336x280

“Sebagai band yang lahir dan tumbuh bersama semangat Arek Malang dan Aremania, kami merasa perlu mengambil sikap sebagai bentuk penghormatan terhadap karya, identitas, sejarah, serta rasa memiliki yang melekat pada mural tersebut,” demikian pernyataan d’Kross.

d’Kross menegaskan keputusan tersebut bukan untuk memperkeruh situasi. Sebaliknya, langkah itu disebut sebagai bentuk solidaritas kepada Aremania dan pihak-pihak yang memiliki ikatan dengan mural tersebut.

“Kami menyatakan sikap untuk mengundurkan diri dan tidak tampil dalam rangkaian Festival Mbois 11,” tegas mereka.

Polemik bermula setelah mural “Malang The Glory Land” di Jalan Arif Rahman Hakim ditimpa tulisan “Malang Menyala Bersama” dalam rangkaian Festival Mbois 11.

Mural yang telah dikenal sejak 2016 itu selama bertahun-tahun menjadi salah satu simbol visual yang lekat dengan identitas Malang dan komunitas Aremania.

Sebelumnya, panitia Festival Mbois telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji mengembalikan tulisan “Malang The Glory Land” seperti semula.

Namun, keputusan d’Kross menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak berhenti pada perubahan visual sebuah tembok. Polemik telah berkembang menjadi persoalan identitas, sejarah, penghormatan terhadap karya, dan rasa memiliki terhadap ruang publik.

Di tengah persiapan Festival Mbois 11 yang mengusung tema “Malang Menyala” dan dijadwalkan berlangsung 21–23 Agustus 2026, sikap d’Kross menjadi pukulan sekaligus catatan penting bagi penyelenggara.

d’Kross menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa mereka tetap mencintai Malang, Aremania, seni, musik, dan semangat kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Kini publik tidak hanya menunggu mural “Malang The Glory Land” dikembalikan, tetapi juga menanti bagaimana Festival Mbois 11 merespons sikap tegas d’Kross di tengah polemik yang terus bergulir.(dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.