Dari Malang, Cangkrukan Ekonomi Pancasila Perkuat Aliansi Bangun UMKM Berdaya Saing

oleh -24 Dilihat
oleh
Cangkrukan Ekonomi Pancasila yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di NK Café, Karangploso, Kabupaten Malang
banner 468x60

Kabarkarya.com | Malang – Ketika ketidakpastian ekonomi global terus membayangi, kekuatan ekonomi nasional justru diyakini bertumpu pada satu fondasi yang tak tergantikan: ekonomi kerakyatan. Berangkat dari semangat itulah Cangkrukan Ekonomi Pancasila yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di NK Café, Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (5/8), menjadi lebih dari sekadar forum diskusi. Pertemuan ini menjadi panggung konsolidasi untuk menyatukan langkah pemerintah, dunia usaha, akademisi, perbankan, dan pelaku UMKM dalam memperkuat ekonomi berbasis gotong royong.

Forum yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 itu menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi rakyat tidak dapat dibangun oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar UMKM mampu bertransformasi menjadi pelaku usaha yang inovatif, tangguh, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

banner 336x280

Sebagai tuan rumah, Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib menyambut positif penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, Cangkrukan Ekonomi Pancasila menjadi momentum penting untuk merumuskan langkah nyata dalam memperkuat sektor UMKM yang selama ini menjadi penyangga utama perekonomian daerah.

“Forum seperti ini penting karena tidak berhenti pada diskusi. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi yang menghasilkan solusi nyata bagi pelaku UMKM, mulai dari pembiayaan, pendampingan, hingga perluasan akses pasar,” ujarnya.

Dalam pandangannya, tantangan UMKM saat ini telah bergeser. Persoalan bukan lagi sekadar keterbatasan modal, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar dan membangun strategi pemasaran yang adaptif di era digital.

“Kalau ingin usaha terus hidup dan berkembang, inovasi tidak boleh berhenti. Produk harus terus diperbarui, kemasan harus mengikuti selera pasar, dan pemasaran harus mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Tanpa itu, UMKM akan sulit bersaing,” tegas Lathifah.

Namun, ia menilai transformasi UMKM tidak cukup hanya melalui perubahan produk. Investasi terbesar justru harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, Lathifah mendorong keluarga pelaku UMKM agar memberikan kesempatan kepada anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi sehingga mampu menjadi generasi penerus yang membawa usaha keluarga ke level yang lebih modern.

“Pendidikan akan melahirkan kreativitas, kemampuan manajemen, serta jejaring yang lebih luas. Itulah modal penting agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu tumbuh menjadi usaha yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program bantuan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Program Indonesia Pintar (PIP), sebagai investasi jangka panjang bagi keberlangsungan usaha keluarga.

Dalam forum tersebut, Lathifah turut membagikan pengalaman Koperasi Annisa Muslimat NU yang selama ini membuka akses pembiayaan produktif bagi masyarakat sebagai alternatif dari praktik pinjaman berbunga tinggi. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi harus dibarengi dengan hadirnya lembaga keuangan yang memberikan solusi, bukan justru membebani masyarakat kecil.

Cangkrukan Ekonomi Pancasila turut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan RI, Kementerian UMKM RI, Ketua MUI Pusat, Ketua PWNU Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara daring, jajaran Forkopimda, pimpinan perbankan nasional dan daerah, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dari Kabupaten Malang, forum ini mengirimkan pesan kuat bahwa masa depan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau pertumbuhan industri, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen bangsa memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Melalui semangat Pancasila, kolaborasi yang terbangun diharapkan melahirkan kebijakan, inovasi, dan kemitraan yang mampu membawa ekonomi kerakyatan menjadi semakin mandiri, tangguh, dan berdaya saing. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.