Can A Rock Resmi Mundur dari Festival Mbois 11, Soroti Sikap Panitia yang Dinilai Tak Libatkan Aremania

oleh -130 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang — Polemik mural bertuliskan “Malang The Glory Land” yang ditimpa tulisan “Malang Menyala Bersama” berbuntut panjang.

Vokalis Can A Rock, Hadiaz, secara tegas menyatakan mengundurkan diri dari rangkaian perhelatan Festival Mbois 11 Malang Menyala yang digelar hari ini 21–23 Agustus 2026.

banner 336x280

Keputusan tersebut disebut bukan semata persoalan musisi, melainkan bentuk sikap terhadap cara panitia menyikapi karya yang dinilai memiliki keterikatan kuat dengan Aremania.

Hadiaz menegaskan, persoalan utama justru berada pada tindakan panitia yang dinilainya dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan karya tersebut, termasuk korwil Aremania.

“Ini yang salah panitia, bukan musisinya,” tegas Hadiaz.

Menurutnya, jika memang terdapat keinginan untuk mengganti, memperbaiki, atau menambahkan tulisan pada mural tersebut, seharusnya panitia terlebih dahulu membuka ruang komunikasi dan meminta pertimbangan kepada pihak yang selama ini menjadi bagian dari karya tersebut.

Hadiaz menilai langkah sepihak tersebut terkesan mengabaikan keberadaan dan penghargaan terhadap karya seni yang sudah melekat dengan identitas Aremania.

“Harusnya koordinasi dulu. Saya sebagai musisi kalau tiba-tiba melihat itu di tembok, akhirnya juga kaget,” ujarnya.

Ia mengaku selama ini pembahasan dengan panitia lebih banyak berkutat pada konsep penampilan dan teknis pertunjukan. Karena itu, perubahan terhadap mural yang dilakukan tanpa komunikasi sebelumnya menjadi sesuatu yang menurutnya patut dipertanyakan.

“Kalau mau diapiki, ditambah, atau tulisannya diganti, seharusnya koordinasi dengan korwil dulu. Bisa ditanya, setuju atau tidak. Kalau tidak setuju, ya jangan dilakukan,” katanya.

Hadiaz juga menyoroti pentingnya menghargai karya yang dibuat oleh sesama Aremania. Menurutnya, keberadaan mural tersebut bukan sekadar coretan di dinding, tetapi telah menjadi bagian dari ekspresi dan karya seni komunitas.

Ia bahkan menilai, jika komunikasi dilakukan sejak awal, persoalan tersebut kemungkinan tidak akan berkembang menjadi polemik.

“Ini seolah-olah tidak menghargai teman-teman yang membuatnya. Padahal saya sendiri juga suka dan menghargai karya Aremania. Itu sudah melekat,” ujarnya.

Atas pertimbangan tersebut, Hadiah memastikan dirinya tidak akan mengisi penampilan Can A Rock dalam Festival Mbois 11.

Keputusan itu sekaligus menjadi bentuk sikap pribadi Hadiah terhadap polemik yang muncul. Ia berharap kejadian serupa menjadi pelajaran bagi penyelenggara agar setiap keputusan yang menyangkut karya, simbol, maupun identitas komunitas dilakukan melalui komunikasi dan musyawarah.

Meski memilih mundur dari Festival Mbois 11, Hadiah memastikan aktivitas bermusiknya tetap berjalan. Ia menyebut Can A Rock dijadwalkan tampil di Singosari pada 27 Agustus mendatang.

Sikap Hadiaz ini menambah tekanan terhadap panitia Festival Mbois 11 yang sebelumnya telah menuai sorotan publik akibat perubahan mural di kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang.

Persoalannya kini bukan lagi sekadar soal tulisan di sebuah tembok, tetapi menyangkut komunikasi, penghormatan terhadap karya, dan sejauh mana penyelenggara melibatkan pihak-pihak yang merasa memiliki keterikatan dengan karya tersebut. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.