Bukan Sekadar Lomba, Grand Mercure Malang Mirama Kobarkan Lagi Semangat 1945

oleh -48 Dilihat
oleh
Olimpiade Agustusan 2026 Dibuka dengan Drama Perjuangan dan Penyalaan Obor Kemerdekaan
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Merah putih tak sekadar menjadi simbol perayaan di Grand Mercure Malang Mirama. Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat perjuangan 1945 dihidupkan kembali melalui Opening Ceremony Olimpiade Agustusan 2026, Selasa (4/8/2026).

Ratusan karyawan dan jajaran manajemen hotel larut dalam suasana berbeda ketika halaman depan hotel disulap menjadi panggung yang menggambarkan atmosfer perjuangan bangsa Indonesia.

banner 336x280

Bukan seremoni formal yang menjadi pembuka. Para heartist dari berbagai divisi justru menghadirkan drama teatrikal bertema perjuangan kemerdekaan. Selama kurang lebih 10 menit, mereka memainkan kisah tentang perjuangan mempertahankan tanah air dengan balutan kostum dan nuansa Indonesia tempo dulu.

Aksi tersebut sontak memancing sorak dan tepuk tangan. Pesannya pun jelas: perjuangan para pendahulu bangsa bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi nilai yang masih relevan untuk diteruskan dalam kehidupan saat ini.

Momentum paling simbolis terjadi ketika Sugito Adhi, Cluster General Manager Grand Mercure Malang Mirama & Mercure Surabaya Grand Mirama, menyalakan obor Olimpiade Agustusan.

Penyalaan obor menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian kompetisi yang melibatkan keluarga besar Grand Mercure Malang Mirama.

“Melalui pertunjukan teatrikal ini, kami ingin mengingatkan kembali bahwa nilai-nilai perjuangan seperti kerja sama, pantang menyerah, dan solidaritas bukan hanya sejarah, melainkan napas utama yang kami terapkan dalam memberikan pelayanan hospitality terbaik setiap hari,” kata Sugito.

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Salah satunya dengan membangun lingkungan kerja yang solid, saling mendukung dan mampu menghadapi tantangan bersama.

“Olimpiade ini adalah wadah untuk merekatkan kebersamaan seluruh keluarga besar hotel,” lanjutnya.

Usai pembukaan, atmosfer kompetisi langsung terasa. Sejumlah permainan tradisional khas Agustusan mulai dipertandingkan sepanjang 4–13 Agustus 2026.

Mulai dari makan kerupuk menggunakan alat pancing, tangkap bebek, gobak sodor, kelereng estafet, balap bakiak, sepak bola hingga lomba mengisi air ke dalam botol menjadi bagian dari rangkaian Olimpiade Agustusan tahun ini.

Namun, di balik keseruan tersebut, terdapat pesan yang jauh lebih besar. Setiap permainan menuntut kekompakan, strategi, keberanian dan kemampuan bekerja dalam satu tim.

Nilai-nilai itulah yang kemudian dibawa kembali ke ruang kerja. Sebab dalam industri hospitality, pelayanan terbaik tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari kolaborasi seluruh tim.

Olimpiade Agustusan 2026 akhirnya bukan sekadar agenda untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi cara Grand Mercure Malang Mirama merawat semangat perjuangan dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan karyawan.

Dari semangat para pejuang di medan kemerdekaan, diteruskan menjadi semangat bekerja, melayani dan bergerak bersama. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.