Bukan Sekadar Bahasa, Osob Kiwalan Didorong Kembali Hidup

oleh -52 Dilihat
oleh
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo PS dengan mempertemukan sejumlah tokoh lintas sektor dalam Podcast Ngalam Hebak.
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang — Osob Kiwalan kembali menjadi perhatian. Bahasa khas Malang yang lahir dari perjalanan sejarah dan pergaulan masyarakat ini didorong tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi kembali hadir dalam kehidupan generasi sekarang.

Upaya itu salah satunya dilakukan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo PS dengan mempertemukan sejumlah tokoh lintas sektor dalam Podcast Ngalam Hebak.

banner 336x280

Dari Osob Kiwalan Menuju Masa Depan Malang Raya, di Kedai Kopi Rumah 1879, kawasan heritage Kauman, Selasa malam (29/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, sejarawan Prof. Hermawan Sulistyo, akademisi Universitas Brawijaya Dr. Ahmad Imron Rozuli, pengamat keamanan Bambang Rukminto dan Ketua Umum PISHI Dr. Wadji.

Danang mengatakan, kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya penggunaan Osob Kiwalan menjadi salah satu alasan pentingnya membuka ruang dialog dan gerakan pelestarian.

Menurutnya, Osob Kiwalan memiliki nilai lebih dari sekadar permainan bahasa.

“Osob kiwalan bukan sekadar membalik kata. Di dalamnya ada sejarah dan solidaritas masyarakat Malang,” ujar Danang.

Karena itu, pelestarian tidak cukup hanya dengan mengumpulkan atau mendokumentasikan kosakata. Bahasa tersebut harus tetap digunakan agar tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman.

“Tujuannya bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi memastikan identitas itu tetap hidup. Setelah deklarasi hingga adanya podcast ini, pekerjaan sebenarnya baru dimulai,” tegasnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut langkah tersebut. Pemkot Malang, kata dia, mendukung penguatan Osob Kiwalan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kota Malang.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendokumentasikan kosakata melalui kamus, yang kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan dan pewarisan kepada generasi berikutnya.

“Podcast ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus langkah lanjutan setelah deklarasi Ngalam Hebak (Malang Kabeh) untuk menjangkau masyarakat lebih luas dan membuka percakapan mengenai identitas Kota Malang,” kata Wahyu.

Prof. Hermawan menekankan, identitas lokal seharusnya menjadi perekat masyarakat, bukan pembatas. Sementara Dr. Imron mendorong agar Osob Kiwalan diberi ruang baru yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga lebih dekat dengan generasi muda.

Bambang Rukminto menilai keberadaan identitas dan solidaritas bersama juga berkaitan dengan ketahanan sosial. Karena itu, pelestarian Osob Kiwalan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.

Podcast Ngalam Hebak menjadi rangkaian lanjutan setelah deklarasi Ngalam Hebak—Malang Kabeh di Kampung Celaket pada 27 September 2026.

Dari deklarasi hingga ruang diskusi, pesan yang dibawa semakin jelas: Osob Kiwalan tidak cukup disimpan sebagai cerita tentang Malang masa lalu.

Bahasa itu harus tetap digunakan, dikenalkan dan diwariskan. Sebab ketika sebuah bahasa berhenti digunakan, yang perlahan hilang bukan hanya kosakatanya, tetapi juga bagian dari identitas yang melekat di dalamnya. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.