Aroma Bakaran Jadi Senjata, Bakso Cak Di Klayatan Bidik Pecinta Kuliner Malang

oleh -60 Dilihat
oleh
Pemilik Bakso Bakar Solo Cak Di Klayatan, H. Hadias,
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang — Persaingan kuliner di Kota Malang semakin beragam. Namun, menu sederhana dengan racikan yang tepat tetap mampu mencuri perhatian.

Salah satunya Bakso Bakar Solo Cak Di Klayatan, yang mencoba menawarkan pengalaman berbeda lewat sajian bakso yang dibakar dengan bumbu khas.

banner 336x280

Berada di Jalan S. Supriyadi No. 141, Klayatan, tepat di pertigaan Gang 3 Klayatan, warung ini mengandalkan bakso bakar sebagai menu utama.

Proses pembakaran menjadi pembeda. Bakso terlebih dahulu dibumbui, kemudian dipanggang hingga permukaannya menghasilkan aroma dan sensasi bakaran yang kuat.

Saat disajikan, perpaduan rasa gurih, manis dan pedas menjadi karakter utama yang ditawarkan kepada pelanggan.

Bukan hanya rasanya, aroma yang muncul dari panggangan menjadi daya tarik tersendiri. Kepulan asap dan wangi bakso yang sedang dibakar bahkan menjadi “pemancing” selera sebelum makanan tersaji di meja.

Pemilik Bakso Bakar Solo Cak Di Klayatan, H. Hadias, mengatakan konsep tersebut sengaja dipertahankan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang selama ini mengenal bakso dengan penyajian kuah.

“Kami ingin menghadirkan sajian bakso yang berbeda. Bakso bakar menjadi menu andalan kami dengan tetap mengutamakan cita rasa dan kualitas bahan,” kata Hadias.

Pria yang juga merupakan vokalis Band Can A Rock AREMA itu mengaku tidak ingin hanya mengejar jumlah pelanggan. Menurutnya, menjaga kualitas rasa dan mendengar langsung respons konsumen jauh lebih penting untuk membangun usaha dalam jangka panjang.

Menariknya, Bakso Bakar Solo Cak Di Klayatan baru berjalan sekitar satu pekan. Meski masih tergolong baru, Hadias menyebut respons pelanggan cukup menggembirakan.

Ia bahkan kerap turun langsung untuk meminta penilaian dari pelanggan.
“Alhamdulillah, baru buka seminggu pelanggan sudah cocok dengan rasanya. Saya sambil survei juga, tanya langsung, ‘rasanya bagaimana Mbak, Mas, Pak?’” ujarnya sembari tertawa.

Respons awal tersebut membuat Hadias mulai memikirkan ekspansi. Ia membuka kemungkinan menghadirkan cabang baru setelah melihat perkembangan usaha selama sekitar satu tahun.

“Ya, mungkin kita tunggu perkembangan sekitar setahun. Nanti kami berencana buka cabang,” ungkapnya.

Bakso Bakar Solo Cak Di Klayatan melayani pelanggan setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Selain makan langsung di lokasi, pelanggan juga bisa melakukan pemesanan melalui Telp/WhatsApp 0818-865-566.

Hadias berharap usaha yang dibangunnya dapat menjadi bagian dari pilihan kuliner Kota Malang, sekaligus memperkenalkan sajian bakso dengan konsep yang berbeda.

“Kami siap melayani pelanggan yang ingin menikmati langsung maupun melakukan pemesanan. Semoga Bakso Bakar Solo Cak Di Klayatan bisa menjadi pilihan masyarakat dan wisatawan yang datang ke Kota Malang,” katanya.

Dengan mengandalkan aroma panggangan, bumbu yang meresap dan tekstur bakso yang tetap kenyal, Bakso Bakar Solo Cak Di Klayatan kini mulai menapaki persaingan kuliner Malang.

Jika konsistensi rasa mampu dipertahankan dan respons pelanggan terus positif, bukan tidak mungkin warung yang baru sepekan beroperasi ini akan melangkah lebih jauh dengan membuka cabang baru. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.