Abah Anton: Jangan Biarkan Wendit Jalan di Tempat, Saatnya Jadi Ikon Wisata dan Budaya Kabupaten Malang

oleh -21 Dilihat
oleh
Abah Anton saat hadir di Wendit Tempoe Doloe
banner 468x60

Kabarkarya.com | H. Anton atau yang akrab disapa Abah Anton menegaskan bahwa New Wisata Wendit tidak boleh hanya bertahan sebagai destinasi rekreasi.

Menurutnya, Wendit harus bertransformasi menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan UMKM.

banner 336x280

Pernyataan itu disampaikan Abah Anton saat hadir dalam pembukaan Wendit Tempo Doeloe 2026, Jumat (17/7/2026).

Ia menilai kegiatan yang mengangkat nuansa tempo dulu tersebut menjadi bukti bahwa sektor pariwisata mampu menjadi ruang untuk menjaga identitas budaya sekaligus membangkitkan ekonomi kerakyatan.

“Di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu, kehadiran ruang bagi pelaku seni dan UMKM adalah langkah yang patut diapresiasi. Budaya tetap lestari, masyarakat juga memperoleh kesempatan untuk menggerakkan roda perekonomian,” ujar Abah Anton.

Ia menyebut keberadaan komunitas seni, khususnya kesenian bantengan, harus terus mendapat dukungan. Menurutnya, tanpa ruang berekspresi, kesenian tradisional akan semakin terpinggirkan oleh perkembangan zaman.

Namun, Abah Anton mengingatkan bahwa pelestarian budaya saja belum cukup. Pengelola wisata dituntut terus melakukan terobosan karena persaingan industri pariwisata semakin ketat dan setiap destinasi berlomba menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan.

“Wisata tidak boleh berhenti berinovasi. Kalau hanya mengandalkan konsep lama, akan sulit bersaing dengan destinasi-destinasi baru yang terus bermunculan,” tegasnya.

Ia melihat Wendit memiliki modal besar yang tidak dimiliki banyak tempat wisata lain, yakni sumber mata air alami. Potensi tersebut, menurutnya, harus dikembangkan menjadi atraksi unggulan yang mampu menjadi identitas baru bagi Wendit.

Abah Anton mengaku telah menyampaikan gagasan tersebut kepada manajemen New Wisata Wendit. Ia berharap konsep wisata berbasis sumber mata air segera direalisasikan sehingga mampu menghadirkan daya tarik baru yang unik dan memperkuat posisi Wendit sebagai ikon pariwisata Kabupaten Malang.

Selain itu, ia juga mendorong agar Wendit dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi. Menurutnya, sekolah-sekolah di Kabupaten Malang perlu didorong memanfaatkan objek wisata lokal sebagai sarana pembelajaran sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kalau pelajar lebih banyak belajar dan berwisata di daerah sendiri, dampaknya besar. Pariwisata bergerak, UMKM tumbuh, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ikut meningkat,” katanya.

Bagi Abah Anton, keberhasilan sebuah destinasi wisata bukan hanya diukur dari ramainya pengunjung, melainkan dari sejauh mana wisata tersebut mampu menjaga budaya, membuka ruang bagi pelaku seni, memperkuat UMKM, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Malang. (DD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.