D’Bass Project Gebrak Malang, Didik Sucahyo Eks ELPAMAS Buktikan Usia Bukan Batas Berkarya

oleh -26 Dilihat
oleh
Didik Sucahyo, mantan bassist grup rock legendaris ELPAMAS, melalui peluncuran dua single terbaru bersama D’Bass Project.
banner 468x60

Kabarkarya.com | Kota Malang – Musik tidak mengenal batas usia maupun jarak. Semangat itulah yang kembali dibuktikan musisi senior Didik Sucahyo, mantan bassist grup rock legendaris ELPAMAS, melalui peluncuran dua single terbaru bersama D’Bass Project.

Launching single tersebut digelar di deKata Eatery and Barrel, Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 32–34, Kota Malang, Sabtu (29/8/2026).

banner 336x280

Meski kini bermukim di Belanda, Didik Sucahyo tidak pernah memutus hubungan musikalnya dengan Kota Malang.

Lewat D’Bass Project, ia justru kembali membangun kolaborasi dengan sejumlah musisi lokal untuk melahirkan karya baru.

Dalam proyek tersebut, Didik mengisi posisi bass bersama Wiwil pada gitar, Bobi Nilam sebagai drummer, serta Roni Zam sebagai vokalis.

D’Bass Project menjadi bukti bahwa perjalanan musikal Didik Sucahyo belum berhenti. Di tengah usia yang tak lagi muda dan jarak ribuan kilometer antara Indonesia dan Belanda, kreativitas tetap menjadi energi yang terus menyala.

Suasana launching semakin istimewa dengan kehadiran gitaris ELPAMAS, Totok Tewel. Kehadiran dua musisi senior tersebut seolah membawa kembali energi rock Malang yang pernah mewarnai perjalanan musik Indonesia.

Totok Tewel bahkan turut tampil bersama Didik membawakan lagu fenomenal ELPAMAS, “Pak Tua”, yang langsung membangkitkan nostalgia sekaligus mendapat sambutan hangat dari para tamu dan musisi yang hadir.
Media Beri Apresiasi

Kiprah Didik Sucahyo dalam menjaga konsistensi berkarya juga mendapat apresiasi dari insan media di Malang.

Salah satunya dari mendia kabarkarya.com yang menilai semangat Didik Sucahyo merupakan contoh positif yang patut mendapatkan dukungan.

Menurut Dudung owner kabarkarya.com, karya-karya positif para musisi, khususnya musisi senior yang terus produktif, harus mendapatkan ruang dan apresiasi.

“Kami sangat senang mendukung Sam Didik Sucahyo. Kami dari Malangpoint.com, Indonewsdaily.com, Kabarbaik.com, Newsnoid.com, dan Kabarkarya.com telah mengawal perjalanan Sam Didik selama berada di Malang,” ujar Dudung

Ia mengaku bangga melihat Didik Sucahyo tetap produktif menghasilkan karya dan terus menularkan semangat kreativitas kepada generasi muda.

“Alhamdulillah, kami dari media sangat berterima kasih kepada Sam Didik karena telah menyebarkan virus kreativitas seni dan karya, meskipun usia beliau sudah tidak muda lagi,” ungkapnya.

Menurut Dudung, konsistensi Didik Sucahyo menjadi energi positif bagi para musisi muda Malang agar tidak berhenti berkarya.

“Ini menjadi motivasi dan energi positif bagi musisi-musisi muda untuk terus menghasilkan karya dan mengembangkan kreativitas,” tambahnya.

Sementara itu, Didik Sucahyo menegaskan bahwa kreativitas seni tidak cukup hanya dibangun oleh semangat para pelaku musik.

Menurutnya, dukungan dan keberpihakan pemerintah terhadap ruang-ruang kreatif juga menjadi hal penting.

Ia menilai, tanpa adanya ruang untuk berekspresi dan berkembang, banyak musisi berpotensi kehilangan kesempatan untuk menunjukkan karya mereka.

“Kreativitas seni harus mendapatkan dukungan dari pemerintah. Tanpa adanya ruang, musisi bisa tenggelam,” tegas Didik.

Pesan tersebut menjadi catatan penting, terutama bagi Kota Malang yang selama ini dikenal memiliki potensi besar di bidang musik dan ekonomi kreatif.

Didik dijadwalkan kembali ke Belanda pada Minggu (30/8/2026). Namun, kepulangannya bukan menjadi akhir dari perjalanan D’Bass Project.

Karya telah ditinggalkan, kolaborasi telah dibangun, dan semangat kreativitas telah ditularkan.

Sampai jumpa lagi, Om Didik Sucahyo. Musik Indonesia, khususnya Malang, menunggu karya-karya berikutnya. Kita tunggu kembali di Indonesia tahun depan! (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.