19.400 Pendaftar, SMA Kemala Taruna Bhayangkara Andalkan Kurikulum Global dan Mentoring

oleh -192 Dilihat
oleh
Ketua Pengurus LPKTB, Irjen Pol. Dr. Budhi Herdi Susianto
banner 468x60

Kabarkarya.com | Jakarta – Membidik perguruan tinggi kelas dunia, SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) memadukan kurikulum internasional, pembinaan karakter, dan mentoring untuk menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global.

Sekolah berasrama di bawah naungan Polri ini tidak hanya menargetkan capaian akademik, tetapi juga membangun kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab melalui pembinaan yang berlangsung selama 24 jam.

banner 336x280

Ketua Pengurus LPKTB, Irjen Pol. Dr. Budhi Herdi Susianto, mengatakan pengembangan SMA KTB merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul. Lulusannya diharapkan memiliki peluang melanjutkan pendidikan, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

“Lulusan-lulusan dari SMA KTB ini juga bisa tidak hanya nanti melanjutkan di dalam negeri saja, tapi juga kita harapkan mereka akan bersaing dan melanjutkan di perguruan tinggi di luar negeri,” ujar Budhi dalam wawancara di program Primetime News Metro TV.

Kepala Sekolah SMA KTB, Hendri Adi, menjelaskan, sekolah menerapkan International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) bagi siswa kelas XI dan XII. Sementara itu, siswa kelas X mengikuti perpaduan kurikulum nasional dan program persiapan menuju diploma internasional.

Pola pembelajaran tersebut dirancang untuk membangun fondasi akademik sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi standar pendidikan global.

Namun, orientasi internasional itu tidak mengesampingkan pembentukan karakter. Nilai-nilai kebhayangkaraan ditanamkan melalui kehidupan asrama, kedisiplinan, pengasuhan, dan aktivitas harian siswa.

Dengan sistem tersebut, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Pembiasaan tanggung jawab, disiplin, dan kepemimpinan menjadi bagian dari keseharian siswa.

Salah satu pendekatan yang diterapkan SMA KTB ialah mentoring dengan melibatkan perwira muda Polri. Mereka dipilih untuk mendampingi siswa, berbagi pengalaman, serta membantu memperluas wawasan mengenai pendidikan dan masa depan karier.

Menurut Hendri, sebagian besar mentor merupakan lulusan program magister di luar negeri melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sekolah menerapkan rasio satu mentor untuk setiap 15 siswa. Skema ini memungkinkan pendampingan lebih terarah, termasuk dalam pengembangan potensi dan perencanaan pendidikan lanjutan.

Pendampingan tersebut melengkapi sistem pendidikan berasrama dengan pengawasan selama 24 jam. Perpaduan pembelajaran akademik dan pembinaan keseharian diharapkan membentuk siswa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga matang dalam sikap dan kepemimpinan.

Minat masyarakat terhadap model pendidikan SMA KTB tercermin dari jumlah pendaftar yang dilaporkan mencapai sekitar 19.400 orang menjelang penutupan penerimaan murid baru.

Ketua Tim Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA KTB, Dewi Amri, berharap jumlah tersebut meningkat hingga menembus 20.000 pendaftar.

Dalam wawancara di program Primetime News Metro TV, Dewi juga menjelaskan bahwa pembangunan dan pengembangan sekolah dilakukan secara bertahap. Pada tahun pertama, sekolah belum memiliki bangunan sendiri.

Perencanaan dan pembangunan kemudian berjalan pada tahun berikutnya, sebelum kegiatan pendidikan didukung sistem pembelajaran dan pendampingan siswa.

Besarnya jumlah pendaftar menjadi gambaran tingginya perhatian masyarakat terhadap model pendidikan yang menggabungkan kurikulum internasional, pembinaan karakter, dan kehidupan berasrama.

Melalui pendekatan tersebut, SMA KTB berupaya menyiapkan generasi muda dengan bekal akademik, disiplin, dan kepemimpinan untuk menghadapi persaingan global. (red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.