Ribuan Prajurit TNI dan ADF Uji Kesiapan Tempur di Situbondo, Latgabma Keris Woomera 2026 Perkuat Interoperabilitas

oleh -124 Dilihat
oleh
Ribuan prajurit TNI dan Australian Defence Force (ADF) menguji kemampuan tempur terpadu dalam Latihan Gabungan Bersama
banner 468x60

Kabarkarya.com | Situbondo – Ribuan prajurit TNI dan Australian Defence Force (ADF) menguji kemampuan tempur terpadu dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di wilayah Banyuwangi dan Situbondo, Jawa Timur, pada 12–20 Oktober 2026.

Latihan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat interoperabilitas militer Indonesia-Australia sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika keamanan kawasan.

banner 336x280

Latihan yang diselenggarakan Kodiklat TNI tersebut melibatkan 1.235 prajurit TNI dan 1.000 personel ADF.

Berbagai skenario operasi digelar dengan mengintegrasikan kekuatan darat, laut, dan udara, mulai dari operasi maritim, pendaratan amfibi, penembakan amunisi tajam, hingga simulasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Sejumlah alutsista, termasuk kapal perang, pesawat, artileri, roket, dan helikopter, turut dikerahkan untuk menguji kemampuan personel dalam menjalankan operasi gabungan secara terkoordinasi.

Di Situbondo, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., bersama sejumlah perwira tinggi TNI mendampingi Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika meninjau pelaksanaan penembakan drill basah dalam rangkaian latihan tersebut.

Peninjauan difokuskan pada kesiapan prajurit, ketepatan prosedur pelaksanaan, serta penerapan standar keselamatan dalam penggunaan persenjataan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kemampuan prajurit dalam melaksanakan latihan dengan tingkat koordinasi dan disiplin operasional yang tinggi.

Latgabma Keris Woomera 2026 tidak hanya menjadi sarana menguji kemampuan tempur, tetapi juga memperluas pengalaman prajurit dalam bekerja bersama dengan pasukan negara sahabat.

Kesamaan prosedur, koordinasi antarsatuan, dan kemampuan beroperasi lintas matra menjadi aspek penting untuk membangun efektivitas operasi gabungan.

“Melalui latihan ini, TNI dan ADF memperkuat kerja sama pertahanan bilateral sekaligus membangun kesiapsiagaan menghadapi beragam tantangan, baik dalam operasi militer maupun misi kemanusiaan” tegas Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si.,

Latihan bersama tersebut menegaskan pentingnya profesionalisme, kemampuan adaptasi, dan sinergi antarmiliter dalam mendukung pertahanan negara serta menjaga stabilitas dan keamanan kawasan. (red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.