H.M.Misbakhun Gandeng OJK Sosialisasikan Bahaya Pinjol Ilegal

H.M.Misbakhun Gandeng OJK Sosialisasikan Bahaya Pinjol Ilegal

Pasuruan – Tagar #AyoPolisiSikatPinjol yang sempat ramai dan menjadi trending topic di twitter pada tiga hari yang lalu menjadi salah satu fokus edukasi legislator Partai Golkar H.M. Misbakhun ketika turun ke daerah pemilihannya di Pasuruan – Probolonggo.

Bertemu dengan komunitas anak muda di Kota Pasuruan, H.M. Misbakhun memberikan materi edukasi dan sosialisasi jasa keuangan dengan tema “Waspada Pinjaman Online Ilegal” dengan menggandeng Mitra Komisi XI yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agenda yang bertempat di Hall kolam renang Citra di Kelurahan Randusari, Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, selasa (26/10) H.M. Misbakhun mengajak seluruh anak muda khususnya kaum milenial untuk mewaspadai peredaran Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal.

Misbakhun yang hadir bersama ketua OJK Perwakilan Malang Sugiarto Kasmuri menjelaskan tentang OJK yang tugasnya adalah melakukan pengawasan lembaga keuangan dalam hal ini pengawasan fintech (Financila Technology).

Dengan demikian menurut H.M. Misbakhun dalam konteks maraknya isu pinjol, tugas utama OJK adalah melindungi masyarakat dari kejahatan pinjol ilegal yang sangat meresahkan.

Generasi baru seperti dari element Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menurut H.M.Misbakhun harus menjadi kekuatan anak muda yang melakukan edukasi kepada publik untuk tidak terjebak pada pinjol ilegal.

“Sebagai generasi milenial yang akrab dengan internet harus menjadi motor penyampai kepada masyarakat agar tidak menjadi korban rentenir digital” Terang Misbakhun.

Sugiarto Kasmuri dalam materinya pada sosialisasi bahaya Pinjol ilegal menjelaskan tentang ciri-ciri pinjol ilegal agar masyarakat dengan mudah mengidentifikasi platform pinjol ilegal.

Ciri-ciri tersebut menurut Sugiarto Kasmuri adalah sebagai berikut :

1. Tidak terdaftar/berizin dari OJK

2. Penawaran menggunakan SMS/WA

3. Bunga dan denda tinggi mencapai 1-4 persen per hari

4. Biaya tambahan lainnya tinggi bisa mencapai 40 persen dari nilai pinjaman

5. Jangka waktu pelunasan singkat tidak sesuai kesepakatan
6. Meminta akses data pribadi seperti kontak, foto dan video, lokasi dan
7. Sejumlah data pribadi lainnya yang digunakan untuk meneror peminjam yang gagal bayar
8. Melakukan penagihan tidak beretika berupa teror, intimidasi dan pelecehan
9. Tidak memiliki layanan pengaduan dan identitas kantor yang jelas.

Lebih lanjut, tokoh muda di OJK itu menjelaskan tentang cara melaporkan platform Pinjol ilegal melalui kontak center dan website resmi OJK di laman www.ojk.go.id.

OJK pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek legalitas perusahaan pinjaman online sebelum memutuskan melakukan pinjaman. Hal ini diperlukan agar tak ada lagi korban pinjol ilegal.

“OJK mengimbau masyarakat hanya menggunakan pinjaman online resmi terdaftar/berizin OJK serta selalu untuk cek legalitas pinjol ke Kontak 157/ WhatsApp 081157157157. OJK akan menindak tegas perusahaan pinjaman online legal yang melakukan tindakan penagihan (debt collector) secara tidak beretika,” Pungkasnya.

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *