HIPMI Kota Malang dan Bea Cukai Perkuat Pendampingan UMKM Berbasis Ekspor

oleh -19 Dilihat
oleh
banner 468x60

 

Malang — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II memperkuat kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang guna mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus pasar internasional melalui program Entrepreneur Hub.

banner 336x280

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM berbasis ekspor dengan melibatkan pelaku usaha muda dan komunitas UMKM di Kota Malang.

Melalui kegiatan itu, pemerintah dan organisasi pengusaha muda berupaya memperluas wawasan pelaku usaha terkait peluang ekspor, penguatan kapasitas bisnis, hingga kesiapan memasuki pasar global.

Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II Muhamad Lukman mengatakan, Kota Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM karena didukung kreativitas dan inovasi generasi muda.

“Entrepreneur Hub ini sebenarnya salah satu dari program kami yang bekerja sama dengan HIPMI Kota Malang khususnya, untuk me-growing-up-kan UMKM. Khususnya UMKM teman-teman muda Malang yang tergabung di HIPMI maupun UMKM-UMKM yang ada,” ujar Lukman, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, peluang produk Indonesia di pasar internasional masih terbuka luas. Namun, banyak pelaku UMKM yang belum memahami mekanisme ekspor, administrasi perdagangan internasional, hingga akses pasar luar negeri.

“Karena kami melihat sebenarnya potensi pasar internasional untuk menerima barang-barang kita itu cukup kuat. Hanya saja memang kita melihat ini masih ada gap pengetahuan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai turut menghadirkan pelaku UMKM yang telah berhasil melakukan ekspor sebagai contoh praktik nyata bagi peserta lainnya. Langkah itu diharapkan dapat memotivasi UMKM lokal agar lebih percaya diri memperluas pasar ke luar negeri.

“Kita ingin memperlihatkan dulu mitra kita UMKM yang memang awalnya hanya bergerak di lokal. Makanya kemudian ini untuk membuka wawasan awal bahwa UMKM bisa mendunia dan itu kerja sama dengan kami dan juga HIPMI,” ungkapnya.

Lukman menegaskan, sinergi antara DJBC Jawa Timur II dan HIPMI Kota Malang akan berlanjut melalui pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan, termasuk fasilitasi akses ekspor bagi pelaku usaha.

“Ini tidak selesai di sini, ini hanya sebatas untuk membuka wawasan bahwa ada sebenarnya dari UMKM kecil sudah ekspor, dan ini akan bisa distudi tirukan oleh teman-teman,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono menyatakan dukungannya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Bea Cukai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM Kota Malang di pasar global.

“HIPMI Kota Malang sangat mendukung sinergi bersama Bea Cukai Jatim II ini karena sejalan dengan semangat kami dalam mendorong UMKM naik kelas. Banyak pelaku usaha muda di Malang memiliki produk yang sangat potensial, namun masih membutuhkan akses, pendampingan, dan keberanian untuk masuk pasar ekspor,” ujar Hendi.

Ia menambahkan, HIPMI berkomitmen menjadi penghubung antara pelaku usaha muda dengan berbagai program pemerintah guna mempercepat pertumbuhan usaha dan ekspansi pasar.

“Kolaborasi seperti ini penting agar UMKM tidak berjalan sendiri. HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk memperluas literasi ekspor, memperkuat networking bisnis, dan membantu menciptakan lebih banyak eksportir baru dari Kota Malang,” katanya.

Selain pendampingan administrasi ekspor, Bea Cukai juga menyediakan data negara tujuan potensial berdasarkan kebutuhan pasar internasional. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu UMKM menentukan produk unggulan sekaligus target pasar yang lebih tepat.

Lukman menambahkan, pengembangan UMKM ekspor menjadi salah satu indikator kinerja di lingkungan Bea Cukai. Karena itu, pihaknya membangun ekosistem pendukung bersama berbagai instansi terkait, mulai dari pembiayaan, akses kredit usaha rakyat (KUR), sertifikasi, hingga komunikasi lintas kementerian untuk mendukung perdagangan internasional.

“Nah, kami sebenarnya tidak berdiri sendiri. Ada yang bagian pembiayaan, ada akses KUR, ada juga pendampingan administrasi dan komunikasi lintas kementerian sampai akses perdagangan ke luar negeri,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi mutu produk agar mampu bersaing dan mempertahankan kepercayaan pasar internasional.

“Teman-teman juga harus jaga quality assurance dan quality control-nya. Produknya jangan berubah-ubah karena pasar internasional sangat memperhatikan standar kualitas,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.