Kiprah Politik Diakui, Djoko Prihatin S.M Dinobatkan Sebagai Tokoh Politik Penggerak Demokrasi

oleh -139 Dilihat
oleh
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai menerima penghargaan
banner 468x60

Kabarkarya.com | Surabaya – Penghargaan sebagai Tokoh Muda Politik Penggerak Demokrasi Inklusif menjadi suntikan baru bagi Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, S.M untuk memperkuat peran politiknya di Kota Malang.

Pengakuan tersebut tak hanya menjadi apresiasi atas kiprahnya, tetapi juga membawa tuntutan agar aktivitas politik yang dijalankan semakin mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

banner 336x280

Djoko menerima penghargaan itu dalam gelaran 9.9 Awarding yang diselenggarakan Ketik.com dengan tema “Melesat Hebat” di Mercure Surabaya Grand Mirama Hotel, Rabu (9/9/2026).

Predikat tersebut menempatkan Djoko Prihatin sebagai salah satu figur muda yang dinilai memiliki kontribusi dalam mendorong demokrasi yang lebih terbuka dan inklusif.

Bagi politikus yang akrab disapa Joe itu, penghargaan justru menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

“Saya mengucap syukur dan berterima kasih atas reward ini. Saya sangat senang. Ini menjadi pemicu buat saya untuk bisa lebih baik lagi menjadi politisi yang ada di Kota Malang, sehingga bisa memberikan dampak pada Kota Malang,” ujar Djoko.

Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa kiprah politik harus memiliki ukuran yang lebih luas: sejauh mana kehadiran seorang politisi mampu memberikan manfaat dan perubahan bagi masyarakat.

Djoko Prihatin juga mengapresiasi Ketik.com yang dinilainya memberikan perhatian kepada para tokoh dan pegiat yang bergerak di berbagai bidang.

“Terima kasih kepada Ketik.com yang memberikan perhatian kepada pegiat-pegiat sosial, budaya, politik dan pemerintahan,” katanya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan bagi Djoko di tengah dinamika politik Kota Malang.

Label sebagai penggerak demokrasi inklusif menuntut ruang politik yang tidak eksklusif, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Bagi Djoko Prihatin, penghargaan itu kini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Bukan berhenti pada seremoni penghargaan, tetapi membuktikannya melalui kerja politik yang memberi dampak bagi Kota Malang. (dunk)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.